6 Tempat Thrifting Terbaik dan Legendaris di Jakarta

Rekomendasi tempat thrifting di Jakarta untuk berburu pakaian bekas bermerek dengan harga terjangkau, dari Pasar Senen hingga Blok M.

6 Tempat Thrifting Terbaik dan Legendaris di Jakarta
Rak pakaian thrift dengan beragam pilihan busana dan aksesori yang ditawarkan untuk pembeli. framedaily.id

Frame Daily, Jakarta – Tempat thrifting di Jakarta menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pakaian bekas, vintage, hingga fashion bermerek dengan harga lebih terjangkau. Aktivitas berburu pakaian preloved juga menawarkan pengalaman berbeda karena pembeli perlu jeli menemukan barang yang sesuai dengan selera dan kondisi terbaik.

Salah satu kawasan yang paling dikenal adalah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pasar ini telah lama menjadi tujuan pencinta pakaian bekas. Koleksinya beragam, mulai dari kaus, kemeja, celana, jaket, hingga pakaian olahraga. Harga juga bervariasi berdasarkan kondisi, kualitas, dan merek barang.

Selain Pasar Senen, sejumlah kawasan lain seperti Blok M Square, Pasar Santa, Pasar Baru, dan Kebayoran Lama juga menawarkan pengalaman berburu barang bekas dengan karakter yang berbeda. Berikut sejumlah rekomendasi tempat thrifting di Jakarta yang dapat menjadi pilihan.

1. Pasar Senen, Ikon Thrifting Jakarta

Pasar Senen bisa disebut sebagai salah satu pusat thrifting paling populer di Jakarta. Area yang banyak menjadi tujuan pemburu pakaian bekas berada di kompleks Pasar Senen, termasuk Blok III. Beragam jenis pakaian tersedia dalam jumlah cukup banyak sehingga pembeli harus meluangkan waktu untuk menyisir satu per satu lapak.

Berdasarkan laporan Kompas.com pada Januari 2024, pakaian di kawasan tersebut dapat ditemukan mulai dari kisaran Rp5.000 hingga Rp100.000-an, tergantung kualitas dan jenis barang. Pembeli juga masih dapat melakukan negosiasi dengan pedagang.

Untuk pencinta jaket, area Blok III juga menjadi salah satu bagian yang menarik. Pilihannya mencakup windbreaker, varsity, hoodie, parka, trench coat, hingga jaket kulit. Seorang pedagang yang diwawancarai Kompas.com pada 2024 menyebut windbreaker dan jaket untuk berkendara sebagai barang yang banyak dicari, dengan harga saat itu sekitar Rp80.000-Rp200.000.

2. Blok M Square untuk Belanja Lebih Nyaman

Blok M Square di Jakarta Selatan menawarkan pengalaman thrifting yang berbeda dibandingkan pasar tradisional. Area perbelanjaannya berada di dalam pusat perbelanjaan sehingga pembeli dapat berburu pakaian bekas dalam suasana yang relatif lebih tertata dan nyaman.

Koleksinya antara lain kaus, jaket, kemeja, celana, dan pakaian bergaya vintage.

Lokasi ini dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin menggabungkan aktivitas thrifting dengan kegiatan lain di kawasan Blok M. Karakter kawasan yang dekat dengan berbagai tempat kuliner dan hiburan juga membuat perjalanan berburu barang preloved terasa lebih fleksibel.

3. Pasar Santa, Berburu Barang Vintage

Pasar Santa di Jakarta Selatan memiliki karakter yang cukup berbeda. Selain dikenal sebagai tempat kuliner dan berkumpulnya komunitas kreatif, kawasan ini juga memiliki sejumlah kios yang menjual barang vintage dan preloved.

Pilihan barangnya tidak hanya pakaian. Pengunjung dapat menemukan berbagai barang bernuansa retro, termasuk aksesori, buku, kaset, vinyl, dan barang koleksi lainnya. Karena itu, Pasar Santa lebih cocok bagi mereka yang menikmati proses berburu barang unik, bukan sekadar mencari pakaian dengan harga murah.

Suasana tersebut membuat Pasar Santa menarik untuk pencinta gaya vintage dan fashion yang tidak terlalu mengikuti tren arus utama. Namun, jenis dan ketersediaan barang dapat berubah sehingga pembeli perlu mengecek langsung koleksi yang tersedia.

4. Pasar Baru, Alternatif Berburu Barang Second

Pasar Baru di Jakarta Pusat merupakan salah satu kawasan perdagangan lama yang masih ramai hingga kini. Selain tekstil dan pakaian, kawasan ini juga dapat menjadi pilihan untuk mencari sejumlah barang second dan vintage, termasuk kamera analog dan digital.

Karakter Pasar Baru yang merupakan kawasan perdagangan lama membuat pengalaman berbelanja di tempat ini berbeda dari pusat perbelanjaan modern. Pengunjung dapat sekaligus menikmati suasana kawasan historis sambil mencari barang yang sulit ditemukan di toko fashion konvensional.

5. Kawasan Kebayoran Lama

Kebayoran Lama juga masuk dalam daftar lokasi yang dapat dipertimbangkan oleh pencinta barang preloved di Jakarta. Kawasan pasar tradisional ini memiliki aktivitas perdagangan yang sudah berlangsung lama dan menawarkan berbagai jenis barang dengan karakter pasar yang kuat.

Kawasan tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri karena keberadaannya sebagai salah satu pasar lama di Jakarta.

Bagi pemburu barang bekas, pengalaman di pasar tradisional seperti Kebayoran Lama berbeda dari toko thrift yang sudah dikurasi. Pengunjung perlu lebih aktif mencari, membandingkan kondisi barang, dan menentukan harga yang sesuai.

6. Area Jatinegara untuk Pemburu Secondhand Fashion

Jatinegara di Jakarta Timur juga memiliki sejumlah penjual pakaian secondhand. Salah satunya berada di kawasan Rawa Bunga dan menawarkan pilihan pakaian seperti kemeja, crewneck, serta jaket.

Karakter tempat seperti ini cocok bagi pembeli yang tidak keberatan menghabiskan waktu untuk memilah pakaian. Dalam aktivitas thrifting, menemukan barang yang menarik sering kali bergantung pada ketelitian pembeli dalam melihat tumpukan atau rak yang tersedia.

Pilihan barang dan harga dapat berubah mengikuti stok. Karena itu, informasi mengenai jenis produk sebaiknya dianggap sebagai gambaran umum, bukan jaminan ketersediaan pada setiap kunjungan.

Cara Menemukan Barang Berkualitas

Thrifting memang menawarkan peluang mendapatkan pakaian dengan harga lebih rendah, tetapi murah tidak selalu berarti berkualitas. Kondisi pakaian perlu menjadi pertimbangan utama sebelum transaksi. Periksa bagian kerah, jahitan, kancing, ritsleting, bagian dalam pakaian, serta kemungkinan noda atau perubahan warna.

Untuk pembeli yang mengejar merek tertentu, riset sebelum datang juga penting. Kompas.com mencatat bahwa memahami karakter produk dan koleksi lama suatu merek dapat membantu pembeli mengenali barang yang dicari.

Hal tersebut semakin penting ketika berburu barang yang diklaim sebagai produk bermerek. Label atau logo saja tidak cukup untuk memastikan keaslian. Detail bahan, jahitan, tag, desain, serta karakter produk perlu diperiksa dan dibandingkan dengan referensi yang tepercaya.

Perhatikan Perkembangan Perdagangan Pakaian Bekas

Popularitas thrifting juga tidak terlepas dari persoalan perdagangan pakaian bekas impor. Perkembangan kebijakan terkait impor pakaian bekas dapat memengaruhi pasokan dan aktivitas pedagang di sejumlah sentra thrifting.

Pada Oktober 2025, misalnya, detikFinance melaporkan adanya kekhawatiran pedagang Pasar Senen terkait rencana pengetatan larangan impor bal pakaian bekas. Sejumlah pedagang yang diwawancarai menyebut stok mulai menipis karena pasokan terganggu.

Di sisi lain, laporan Rakyat Merdeka pada periode yang sama menunjukkan aktivitas jual beli pakaian bekas di Pasar Senen masih berlangsung dan tetap didatangi pembeli. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap pakaian bekas tetap ada, meskipun dinamika pasokan dan regulasi perlu diperhatikan.

Bagi konsumen, kondisi tersebut berarti ketersediaan barang di tempat thrifting dapat berubah. Barang yang ditemukan dalam satu kunjungan belum tentu tersedia ketika datang kembali beberapa waktu kemudian.

Tips Sebelum Berburu Thrifting di Jakarta

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum mengunjungi tempat thrifting. Pertama, tentukan terlebih dahulu jenis barang yang ingin dicari, misalnya jaket vintage, kaus band, kemeja, celana jeans, atau pakaian olahraga. Cara ini membantu pembeli lebih fokus ketika berhadapan dengan banyak pilihan.

Kedua, siapkan anggaran dan jangan langsung membeli barang hanya karena harganya murah. Bandingkan kondisi, kualitas bahan, merek, dan harga dengan barang sejenis. Jika memungkinkan, tanyakan kepada penjual apakah harga masih dapat dinegosiasikan.

Ketiga, tetap periksa kondisi barang secara menyeluruh. Pakaian bekas dapat memiliki kekurangan yang tidak terlihat sekilas. Pemeriksaan sebelum membayar akan mengurangi risiko membawa pulang pakaian dengan noda, kerusakan, atau bagian yang tidak berfungsi.

Dengan karakter yang berbeda-beda, tempat thrifting di Jakarta menawarkan pilihan mulai dari pasar legendaris seperti Pasar Senen, pusat perbelanjaan seperti Blok M Square, hingga kawasan vintage seperti Pasar Santa. Bagi pemburu pakaian bekas, kunci utamanya bukan hanya mencari harga murah, tetapi juga meluangkan waktu untuk memilah, memeriksa kondisi, memastikan keaslian bila mengejar barang bermerek, serta menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan anggaran.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar