Frame Daily, Jakarta - Brut denim kembali mencuri perhatian di industri fesyen global. Setelah beberapa tahun didominasi model oversized, distressed, hingga denim dengan efek pudar ekstrem, kini konsumen mulai beralih ke raw denim atau denim mentah serta vintage wash jeans yang menawarkan kesan kokoh, autentik, dan lebih klasik. Pergeseran tren ini terlihat dari koleksi berbagai rumah mode hingga meningkatnya pembahasan mengenai raw denim di komunitas pencinta jeans.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa denim bukan sekadar pakaian sehari-hari, tetapi juga bagian dari investasi gaya yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Raw denim dikenal mampu membentuk karakter unik sesuai pola pemakaian penggunanya, sementara vintage wash menawarkan tampilan usang yang tetap terlihat modern. Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap produk yang lebih awet, berkualitas, dan memiliki nilai keberlanjutan.
Apa Itu Brut Denim dan Raw Denim?

Istilah brut denim berasal dari bahasa Prancis yang berarti "mentah". Dalam dunia fesyen, istilah ini merujuk pada jeans yang dibuat dari kain denim tanpa proses pencucian atau perlakuan kimia setelah proses pewarnaan. Karena belum melalui proses washing, warna indigo pada kain tetap pekat dan teksturnya terasa lebih kaku dibandingkan jeans biasa.
Seiring waktu, raw denim akan mengikuti bentuk tubuh pemakainya. Lipatan pada lutut, paha, maupun bagian belakang akan menghasilkan pola pudar alami atau fading yang berbeda pada setiap orang. Karakter inilah yang membuat banyak penggemar denim menganggap setiap celana memiliki "cerita" tersendiri dan tidak dapat ditiru oleh proses produksi massal.
Vintage Wash Out Jeans Ikut Kembali Populer

Selain raw denim, vintage wash out jeans juga kembali mendapat tempat di pasar fesyen. Model ini memiliki tampilan pudar yang menyerupai jeans lama sehingga memberikan kesan santai sekaligus klasik.
Sejumlah pengamat mode menyebut tren denim saat ini bergerak menuju tampilan yang lebih timeless dibandingkan mengikuti siklus tren yang cepat. Warna biru klasik, dark wash, hingga efek pudar ringan menjadi pilihan yang banyak muncul dalam koleksi berbagai merek fesyen internasional. Pergeseran ini juga dipengaruhi meningkatnya ketertarikan konsumen terhadap pakaian yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya, baik kasual maupun semi formal.
Raw denim maupun vintage wash kini tidak lagi identik dengan gaya pekerja atau streetwear. Banyak desainer memadukannya dengan blazer, kemeja, maupun sepatu formal sehingga menghasilkan tampilan yang lebih rapi tanpa menghilangkan karakter kasualnya.
Mengapa Brut Denim Kembali Menjadi Tren?
Kembalinya popularitas brut denim tidak lepas dari perubahan preferensi konsumen. Setelah era fast fashion yang menghadirkan tren berganti dengan cepat, sebagian pembeli mulai mencari pakaian yang lebih tahan lama dan memiliki kualitas material lebih baik.
Raw denim dinilai memenuhi kebutuhan tersebut karena menggunakan kain yang lebih tebal dan kuat. Selain itu, tampilannya akan berkembang secara alami seiring penggunaan sehingga setiap produk menjadi unik.
Di sisi lain, tren keberlanjutan (sustainability) juga turut memengaruhi pilihan konsumen. Sejumlah media mode internasional mencatat meningkatnya minat terhadap denim klasik, vintage, hingga produk yang dapat digunakan dalam waktu lama sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Tips Memilih dan Merawat Raw Denim
Bagi yang baru ingin mencoba raw denim, memilih ukuran yang tepat menjadi langkah penting. Karena kainnya masih kaku, banyak orang mengira ukuran yang lebih longgar lebih nyaman. Namun, sebagian produsen menyarankan memilih ukuran yang pas agar setelah digunakan, denim dapat menyesuaikan bentuk tubuh dengan lebih baik.
Perawatan raw denim juga berbeda dibanding jeans biasa. Banyak penggemar denim menunda pencucian pada masa awal pemakaian agar proses fading alami dapat terbentuk secara maksimal. Ketika dicuci, penggunaan air dingin dan deterjen lembut umumnya disarankan untuk membantu menjaga warna indigo tetap awet. Praktik perawatan dapat berbeda tergantung rekomendasi masing-masing produsen.
Sementara itu, untuk vintage wash jeans, perawatannya relatif lebih sederhana. Pengguna cukup menghindari pencucian terlalu sering dan menjemur di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama agar warna tidak cepat memudar.
Tren brut denim menunjukkan bahwa siklus fesyen terus berputar, tetapi kualitas dan desain klasik tetap memiliki tempat di hati konsumen. Raw denim maupun vintage wash out jeans menawarkan kombinasi antara ketahanan, karakter, dan fleksibilitas sehingga cocok digunakan dalam berbagai kesempatan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan investasi pada pakaian berkualitas, brut denim diperkirakan masih akan menjadi salah satu pilihan utama bagi pencinta denim dalam beberapa musim mendatang.
Komentar