Frame Daily, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Lampung mulai Kamis (10/9/2026). Berdasarkan pembaruan resmi BMKG, gelombang dengan kategori tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.
Peringatan tersebut berlaku mulai 10 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 September 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi ini perlu menjadi perhatian terutama bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan yang masuk dalam peringatan.
Angin hingga 20 Knot
BMKG menjelaskan pola angin di wilayah perairan Provinsi Lampung secara umum bergerak dari arah tenggara hingga barat daya, dengan kecepatan berkisar 2–20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, serta bagian selatan dan utara Teluk Lampung.
Secara nasional, BMKG juga mencatat potensi angin tertinggi antara lain terdapat di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung. Kondisi angin tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Data prakiraan maritim BMKG untuk Samudra Hindia barat Lampung, misalnya, menunjukkan gelombang pada Kamis pagi masih berada di kisaran 2,5–2,7 meter. Sementara di Selat Sunda Selatan Lampung, prakiraan untuk Kamis menunjukkan gelombang sekitar 2,5–2,6 meter pada sejumlah periode waktu.
Angka tersebut merupakan prakiraan pada jam tertentu. Peringatan dini BMKG menggunakan rentang potensi lebih luas, yakni 2,5–4 meter, sehingga bukan berarti gelombang setinggi 4 meter akan terjadi terus-menerus di seluruh wilayah.
Tidak Seluruh Perairan Lampung Bergelombang 4 Meter
Ada perbedaan penting yang perlu diperhatikan masyarakat. Peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter tidak mencakup seluruh perairan Lampung.
BMKG menempatkan dua wilayah dalam kategori tinggi, yaitu:
- Perairan Barat Lampung: 2,5–4 meter
- Selat Sunda Selatan Lampung: 2,5–4 meter
- Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan: 1,25–2,5 meter
- Perairan Teluk Lampung Bagian Utara: 1,25–2,5 meter
Dengan demikian, kondisi laut dapat berbeda cukup signifikan antara perairan yang menghadap Samudra Hindia dan wilayah yang lebih terlindungi di Teluk Lampung.
Prakiraan per jam juga dapat menunjukkan ketinggian di bawah rentang peringatan wilayah. Karena itu, pelaku aktivitas laut sebaiknya memeriksa pembaruan BMKG untuk lokasi dan waktu keberangkatan masing-masing.
Nelayan dan Pelayaran Perlu Waspada
Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil. Perubahan kondisi angin dan gelombang juga perlu diperhitungkan nelayan sebelum melaut, terutama di pantai barat Lampung dan perairan yang menuju Samudra Hindia.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir juga perlu memperhatikan kondisi laut dan mengikuti arahan otoritas setempat apabila terjadi peningkatan gelombang. BMKG menyediakan pembaruan prakiraan cuaca maritim berdasarkan wilayah perairan, termasuk informasi mengenai tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, arus laut, hingga kondisi cuaca.
Peringatan Lampung ini menjadi bagian dari kondisi gelombang tinggi yang lebih luas di perairan Indonesia. Untuk periode yang sama, BMKG mencatat 55 wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang kategori tinggi 2,5–4 meter.
Selain Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung, potensi tersebut antara lain terdapat di Samudra Hindia barat Aceh, Nias, Mentawai dan Bengkulu serta perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur. Karena peringatan berlaku hingga Minggu (13/9) pukul 07.00 WIB, perkembangan kondisi laut masih perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan.
Komentar