Besek Bambu Magetan Diserbu Jelang Idul Adha 2026, Pesanan Meledak hingga Ribuan dari Blora dan Madiun

Besek Bambu Magetan Diserbu Jelang Idul Adha 2026, Pesanan Meledak hingga Ribuan dari Blora dan Madiun
Jelang Iduladha, Pengrajin Besek Bambu Magetan Kebanjiran Order Hingga Luar Daerah. (Frame Daily)

Frame Daily, Magetan — Menjelang Iduladha 2026, berkah besar dirasakan para pengrajin besek bambu di Desa Durenan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Permintaan wadah anyaman bambu untuk pembagian daging kurban melonjak drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

Lonjakan pesanan ini dipicu meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban.

Tak hanya dari Magetan, pesanan justru membludak dari luar daerah seperti Blora dan Madiun. Ribuan besek dipesan panitia kurban dari berbagai masjid dan komunitas jauh sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.

Pengrajin Kewalahan Penuhi Permintaan Besek

Suasana sibuk terlihat di sentra kerajinan anyaman bambu Desa Durenan dalam beberapa pekan terakhir. Para pengrajin harus bekerja lebih lama demi mengejar pesanan yang terus berdatangan setiap hari.

Salah satu pengrajin, Indah (34), mengaku peningkatan permintaan tahun ini menjadi salah satu yang tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, orderan naik sampai 100 persen. Kalau biasanya cuma kirim ratusan, sekarang bisa ribuan besek dalam sekali pengiriman,” kata Indah sambil menyelesaikan anyaman bambu di rumah produksinya.

Menurutnya, sebagian besar pesanan berasal dari panitia kurban luar kota yang mulai beralih menggunakan besek bambu karena dinilai lebih higienis dan ramah lingkungan.

“Dari Blora saja sudah pesan sekitar 2.000 pasang. Banyak yang pesan dari jauh-jauh hari supaya tidak kehabisan,” ujarnya.

Minyakita Langka dan Mahal, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter di PasarFrame Daily
Minyakita mulai langka di sejumlah pasar dan dijual jauh di atas HET. Harga minyak goreng rakyat ini bahkan tembus Rp22 ribu per liter di beberapa daerah.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Harga Besek Naik, Permintaan Tetap Membludak

Meningkatnya permintaan membuat harga besek ikut mengalami kenaikan cukup signifikan.

Jika sebelumnya satu paket berisi 30 pasang besek dan tutup dijual sekitar Rp25 ribu, kini harganya mencapai Rp40 ribu per paket.

Meski harga naik Rp15 ribu, tingginya minat pembeli disebut tidak mengalami penurunan. Justru permintaan terus berdatangan mendekati Idul Adha.

Para pengrajin bahkan mulai kewalahan mengatur waktu produksi karena harus mengejar target pengiriman ke berbagai daerah.

Kenapa Besek Bambu Jadi Favorit untuk Daging Kurban?

Penggunaan besek bambu kini bukan hanya sekadar tren estetika atau gaya hidup ramah lingkungan. Banyak panitia kurban mulai menyadari wadah tradisional ini memiliki fungsi yang lebih baik dibanding kantong plastik biasa.

Menurut Indah, rongga kecil pada anyaman bambu membuat sirkulasi udara tetap terjaga sehingga kualitas daging kurban lebih awet dan tidak cepat rusak.

“Kelebihannya kalau pakai besek itu daging tidak mudah busuk karena ada sirkulasi udara. Air dari daging juga bisa keluar lewat sela anyaman jadi daging lebih cepat kering dan tetap segar,” jelasnya.

Selain itu, besek dinilai lebih higienis karena tidak membuat uap panas terjebak seperti pada kantong plastik tertutup.

Tak sedikit masyarakat kini mulai memilih besek karena dianggap lebih aman bagi lingkungan dan dapat mengurangi limbah plastik usai pembagian daging kurban.

Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Penggerak Ekonomi Desa

Lonjakan pesanan besek menjelang Idul Adha juga membawa dampak ekonomi besar bagi warga Desa Durenan.

Perputaran uang dari penjualan besek membantu meningkatkan pendapatan pengrajin lokal sekaligus membuka lapangan kerja musiman bagi warga sekitar.

Banyak keluarga di desa tersebut menggantungkan penghasilan tambahan dari kerajinan anyaman bambu, terutama saat momentum Idul Adha tiba.

Fenomena ini menunjukkan produk tradisional lokal masih memiliki daya saing tinggi di tengah gempuran produk modern berbahan plastik.

Tren Ramah Lingkungan Kian Menguat

Penggunaan besek bambu dalam pembagian daging kurban juga sejalan dengan kampanye pengurangan sampah plastik yang belakangan terus digaungkan pemerintah dan komunitas lingkungan.

Sejumlah daerah bahkan mulai mendorong penggunaan wadah alami seperti daun dan besek sebagai alternatif plastik sekali pakai saat Idul Adha.

Bagi para pengrajin di Magetan, tren ini menjadi harapan baru agar kerajinan anyaman bambu tidak hanya ramai saat musim kurban, tetapi bisa terus berkembang sepanjang tahun.

Ditulis oleh SA

Komentar

Advertisement