Frame Daily, Jakarta – Pernahkah Anda membicarakan sebuah produk bersama teman, lalu beberapa saat kemudian iklannya muncul di media sosial atau mesin pencari? Pengalaman ini membuat banyak orang percaya bahwa smartphone diam-diam mendengarkan percakapan penggunanya.
Benarkah demikian?
Dilansir dari Google, Apple, Mozilla Foundation, serta penjelasan para peneliti keamanan siber, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ponsel secara terus-menerus merekam percakapan pengguna untuk menampilkan iklan yang dipersonalisasi.
Mengapa Iklan Terasa Sangat Tepat?
Pakar menjelaskan bahwa sistem periklanan digital bekerja menggunakan berbagai data lain yang telah pengguna berikan, seperti:
- Riwayat pencarian internet.
- Situs web yang dikunjungi.
- Lokasi perangkat (jika diizinkan).
- Aktivitas di aplikasi.
- Video yang ditonton.
- Produk yang pernah dicari atau dibeli.
- Minat yang dipelajari algoritma dari kebiasaan pengguna.
Kombinasi data tersebut membuat sistem mampu memprediksi minat pengguna dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Mengapa Terasa Seolah Ponsel Mendengarkan?
Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai frequency illusion atau Baader-Meinhof phenomenon. Setelah seseorang memperhatikan suatu topik, otak cenderung lebih mudah menyadari kemunculan informasi yang berkaitan dengan topik tersebut.
Akibatnya, iklan yang sebenarnya muncul berdasarkan riwayat aktivitas digital terasa seperti muncul karena percakapan yang baru saja dilakukan.
Apakah Mikrofon Bisa Diakses?
Baik Android maupun iPhone mengharuskan aplikasi memperoleh izin sebelum mengakses mikrofon.
Pengguna dapat melihat aplikasi mana saja yang memiliki izin tersebut dan mencabut akses kapan saja melalui menu pengaturan privasi perangkat.
Cara Menjaga Privasi
Untuk meningkatkan keamanan data pribadi, pengguna dapat:
- Meninjau izin mikrofon secara berkala.
- Menonaktifkan izin yang tidak diperlukan.
- Menghapus riwayat aktivitas iklan.
- Membatasi personalisasi iklan pada akun Google atau Apple.
- Mengunduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi.
Kemunculan iklan yang sangat relevan lebih banyak dipengaruhi oleh algoritma yang menganalisis aktivitas digital pengguna daripada karena ponsel diam-diam mendengarkan percakapan. Menjaga pengaturan privasi dan memahami cara kerja personalisasi iklan menjadi langkah penting untuk melindungi data pribadi.
Sumber: Google Safety Center, Apple Privacy, Mozilla Foundation, Electronic Frontier Foundation (EFF).
Komentar