Frame Daily, Jakarta – Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka akibat serangan militer Amerika Serikat di Kota Bandar e Khamir, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, Jumat (17/7). Laporan tersebut disampaikan media pemerintah Iran, Press TV, mengutip otoritas setempat.
Serangan terbaru terjadi di tengah kembali memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran setelah upaya gencatan senjata yang sempat disepakati kedua pihak dinyatakan tidak lagi berlaku.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan telah melancarkan serangkaian operasi terhadap sejumlah target di Iran. Washington menyebut operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang dinilai mengancam keamanan pelayaran internasional, termasuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sementara itu, pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya dicapai. Sebagai balasan, militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan ANTARA yang mengutip Sputnik dan RIA Novosti, kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah serangkaian serangan baru terjadi sejak awal Juli.
Pada 9 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut sudah tidak berlaku lagi. Pernyataan itu semakin memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi distribusi minyak global. Setiap eskalasi militer di kawasan tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional serta memicu kenaikan harga minyak dunia.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan keterangan resmi terkait laporan korban jiwa di Bandar e Khamir. Di sisi lain, otoritas Iran masih melakukan pendataan terhadap dampak serangan dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.
Konflik yang kembali meningkat antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi perhatian masyarakat internasional. Sejumlah negara menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan kembali mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sumber: ANTARA, Sputnik, RIA Novosti, Press TV.
Komentar