Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mulai Berkurang

Antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai terurai setelah sempat mencapai 16 kilometer. ASDP mengoptimalkan kapal dan pola Tiba-Bongkar-Berangkat. Pada 5 September antrean turun menjadi sekitar 7 kilometer, meski kembali dinamis.

Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mulai Berkurang
Sejumlah kendaraan logistik mengantre di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, saat menunggu proses penyeberangan menuju Bali. Frame Daily, Foto : Treasure

Frame Daily, Banyuwangi — Antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai terurai setelah sebelumnya mencapai sekitar 16 kilometer. Pada Sabtu, 5 September 2026, panjang antrean truk logistik dilaporkan turun menjadi sekitar 7 kilometer.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan penurunan antrean terjadi setelah berbagai langkah dilakukan untuk mempercepat arus kendaraan menuju pelabuhan.

“Pada hari ini antrean truk logistik khususnya sudah berkurang menjadi sekitar 7 kilometer,” kata Media, dikutip ANTARA, Sabtu (5/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif setelah kepadatan kendaraan berlangsung cukup panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Antrean kendaraan logistik sebelumnya bahkan mencapai belasan kilometer dan berdampak pada arus lalu lintas di jalur Situbondo-Banyuwangi.

ASDP Optimalkan Operasional Kapal

ASDP terus melakukan optimalisasi operasional kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan. Koordinasi dengan regulator dan berbagai pemangku kepentingan juga dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Pada Sabtu (5/9), ASDP mengoperasikan 24 kapal berkapasitas besar. Enam kapal di antaranya menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat atau TBB untuk mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi waktu kapal berada di dermaga.

ANTARA juga melaporkan ASDP mengoptimalkan 23 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada hari yang sama guna mengurai kepadatan kendaraan dan mempercepat pelayanan penyeberangan.

Upaya tersebut dilakukan agar kendaraan logistik yang telah menunggu dapat segera masuk ke area pelabuhan dan menyeberang menuju Gilimanuk, Bali.

Media Syahrianto menyampaikan apresiasi kepada pengguna jasa yang tetap bersabar menghadapi kondisi kepadatan. ASDP menyatakan akan terus memperbaiki pelayanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Volume Logistik Naik 16 Persen

Panjang antrean kendaraan tidak terlepas dari meningkatnya volume kendaraan logistik. ASDP mencatat kenaikan volume kendaraan logistik mencapai sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Peningkatan volume tersebut berlangsung bersamaan dengan pengerjaan proyek peningkatan kapasitas salah satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kapasitas dermaga ditingkatkan hingga 50 ton sebagai bagian dari penguatan infrastruktur penyeberangan.

Proyek tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung kesiapan operasional menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Kepadatan yang terjadi menunjukkan tingginya ketergantungan arus logistik Jawa-Bali terhadap jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Gangguan kapasitas dermaga dapat langsung berdampak terhadap antrean kendaraan di jalur menuju pelabuhan.

Antrean Kembali Dinamis

Perkembangan antrean masih berubah dari waktu ke waktu. Pada Minggu (6/9/2026), detikJatim melaporkan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang kembali mengular sekitar 9 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi. Antrean kendaraan sumbu tiga dari dua arah bahkan berdampak terhadap jalur lingkar.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Rahmat Hakim turun langsung memantau kondisi tersebut. Kepolisian mengerahkan personel selama 24 jam untuk melakukan pengaturan dan memastikan kendaraan darurat seperti ambulans mendapat prioritas.

Polda Jatim juga meminta pengendara tidak menerobos antrean atau melakukan “ngeblong” karena tindakan tersebut berpotensi mengunci arus dan memperparah kepadatan.

Dengan kondisi yang masih dinamis, penguraian antrean di Pelabuhan Ketapang membutuhkan koordinasi antara ASDP, kepolisian, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta pelaku usaha angkutan logistik.

Optimalisasi kapal dan pengaturan lalu lintas diharapkan mampu menjaga penurunan antrean sekaligus mencegah penumpukan kembali di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.

Ditulis oleh Treasure

Komentar