Frame Daily, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (31/7/2026) setelah ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.186,3 pada sesi sebelumnya. Sentimen positif datang dari menguatnya mayoritas sektor, musim rilis laporan keuangan emiten, serta ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter.
Sejumlah perusahaan sekuritas merilis daftar saham yang dinilai memiliki peluang menarik untuk perdagangan hari ini berdasarkan analisis teknikal dan momentum pasar.
IHSG Berpotensi Menguji Level Resistance
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menuju area 6.200–6.250, selama mampu bertahan di atas area support terdekat.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai pergerakan indeks masih berada dalam tren positif dengan kisaran pergerakan 6.172–6.219 sebagai area yang perlu diperhatikan investor.

Saham Pilihan Hari Ini
Berdasarkan publikasi riset sejumlah sekuritas, saham yang menjadi perhatian pada perdagangan hari ini antara lain:
- BBRI – Berpotensi mendapat sentimen positif dari prospek kinerja sektor perbankan dan peningkatan aktivitas transaksi.
- AADI – Menarik dicermati seiring momentum sektor energi dan komoditas.
- DEWA – Berpotensi melanjutkan penguatan apabila didukung peningkatan volume perdagangan.
- TINS – Diuntungkan oleh pergerakan harga komoditas timah dan prospek permintaan global.
- CTRA – Menunjukkan sinyal teknikal positif di sektor properti.
- DSNG – Menarik seiring prospek sektor perkebunan dan komoditas.
- MEDC – Berpotensi mendapat dukungan dari pergerakan harga minyak dunia.
- ESSA – Masih menjadi perhatian pelaku pasar karena momentum sektor energi.
Ilustrasi pemantauan saham(AI/framedaily.id)
Investor Tetap Perlu Selektif
Meski prospek pasar cenderung positif, investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan tidak hanya mengandalkan rekomendasi teknikal. Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana investor asing.
Musim rilis laporan keuangan emiten semester I 2026 juga diperkirakan menjadi katalis penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
Sumber: Riset harian Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas, Ajaib Sekuritas, Kontan, dan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Juli 2026.

Komentar