Frame Daily, Jakarta - Kedatangan peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 mulai meningkat di Jawa Tengah. Hingga Kamis (10/9/2026), sebanyak 847 kafilah dan tamu dari 12 provinsi telah tiba menjelang dimulainya rangkaian MTQ Nasional di Kota Semarang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pemerintah provinsi telah memastikan akomodasi para kafilah yang datang. Setiap rombongan juga mendapatkan pendamping atau Liaison Officer (LO) untuk membantu kebutuhan mereka selama berada di Jawa Tengah.
Salah satu rombongan yang telah datang berasal dari Papua Barat Daya. Kafilah provinsi tersebut berjumlah 71 orang. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau juga telah tiba dan disambut Taj Yasin di Stasiun Tawang, Semarang.
Kedatangan peserta diperkirakan terus berlangsung karena jumlah tersebut baru berasal dari 12 provinsi.
Panitia sebelumnya memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan ofisial akan datang ke Jawa Tengah. Jika ditambah pendamping serta rombongan lainnya, jumlah orang yang terlibat dalam rangkaian MTQ diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Registrasi Dimulai Hari Ini
Jumat (11/9/2026) menjadi salah satu tahap penting menjelang pembukaan MTQ Nasional XXXI.
Berdasarkan jadwal Pemprov Jawa Tengah, kedatangan dan registrasi kafilah berlangsung pada 11–12 September 2026. Rangkaian MTQ sendiri berlangsung di Semarang pada 11–20 September.
Agenda hari ini juga mencakup Malam Ta'aruf, sebelum Pawai Ta'aruf digelar pada Sabtu (12/9) pagi. Pembukaan MTQ Nasional kemudian dijadwalkan berlangsung Sabtu malam di kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang.
Pelaksanaan lomba dijadwalkan pada 13–19 September, sedangkan penutupan berlangsung 19 September dan kepulangan kafilah pada 20 September.
Persiapan layanan untuk peserta juga diperkuat. Pemprov Jawa Tengah menyiapkan kendaraan untuk penjemputan dan mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, serta panitia. Sebanyak 190 aparatur sipil negara (ASN) dari 38 perangkat daerah dilibatkan sebagai tim penghubung.
Untuk layanan kesehatan, Pemprov Jawa Tengah menyatakan 306 tenaga kesehatan disiagakan di 12 lokasi, ditambah tim kesehatan bergerak dan lima rumah sakit rujukan. Pelayanan disiapkan selama 24 jam sepanjang pelaksanaan MTQ.
Sempat Ada Kekhawatiran Gangguan Penerbangan
Kedatangan kafilah tahun ini sebelumnya sempat menghadapi kendala akibat gangguan penerbangan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemprov Jawa Tengah pada 8 September menyebut 10 kafilah MTQ Nasional sempat mengalami kendala keberangkatan dari daerah masing-masing akibat gangguan penerbangan. Setelah sejumlah penerbangan kembali dibuka, pemerintah daerah menyatakan siap melanjutkan proses penyambutan peserta.
Kini, dengan ratusan kafilah dan tamu mulai berdatangan, Semarang memasuki fase akhir persiapan sebelum pembukaan.
Fokus panitia bergeser dari kesiapan venue menuju registrasi, akomodasi, transportasi, kesehatan, dan pelayanan ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Komentar