Viral Video Asusila di Kampus, Rektor Unair Buka Suara

Jagat maya dihebohkan dengan viralnya video asusila berdurasi kurang lebih 1 menit yang diduga melibatkan dua mahasiswa di lingkungan kampus Unair Surabaya.

Viral Video Asusila di Kampus, Rektor Unair Buka Suara
Tangkapan layar video viral

Frame Daily, Surabaya – Sebuah rekaman video berdurasi kurang lebih 1 menit yang diduga memperlihatkan sepasang mahasiswa melakukan perbuatan asusila di dalam ruang kelas beredar luas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Rekaman amatir yang diambil menggunakan kamera ponsel tersebut disinyalir terjadi di kawasan Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menanggapi kegaduhan tersebut, Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, menyatakan bahwa hingga saat ini proses investigasi internal masih berjalan dan pihak kampus belum menetapkan keputusan akhir. “Masih dalam proses pemeriksaan, belum ada keputusan apa pun. Pihak fakultas sudah menggelar rapat internal, namun penetapan sanksi tertulis masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026). Segala tindakan disiplin dan sanksi akademik nantinya akan disesuaikan secara objektif dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihaknya memastikan tidak akan menutup-nutupi kasus yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut. “Nanti akan disesuaikan dengan prosedur yang ada. Kami akan menindaklanjuti perkara ini sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, baik di lingkungan internal kampus maupun regulasi peraturan perundang-undangan yang ada,” sambung Prof Madyan. Komisi Etik Selidiki Aktor dan Penyebar Video Guna mengusut tuntas kasus ini secara objektif, manajemen Unair secara resmi telah menugaskan Komisi Etik Kampus untuk turun tangan melakukan penelusuran mendalam. Tim khusus tersebut mengemban tugas untuk mengungkap fakta secara utuh, mulai dari validasi waktu dan lokasi kejadian, konfirmasi identitas para pihak yang terlibat, hingga kronologi bagaimana rekaman sensitif itu bisa dibuat dan tersebar luas ke ruang publik. Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, membenarkan bahwa fokus penyelidikan saat ini tidak hanya menyasar pada tindakan asusila pelaku, tetapi juga mencakup aspek digital forensik terkait penyebaran video tersebut. “Kami sedang melakukan pendalaman komprehensif mengenai bagaimana sampai video itu muncul dan bagaimana kronologi sampai terjadinya aksi perekaman tersebut di dalam kelas,” jelas Pulung Siswantara kepada awak media. Sebagai langkah preventif jangka panjang, pihak birokrasi kampus kembali mengingatkan seluruh civitas akademika bahwa Unair telah menyediakan mekanisme pelaporan internal resmi. Mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang menemukan adanya dugaan pelanggaran etika, moral, atau norma sosial di lingkungan kampus diharapkan segera melapor ke pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Ditulis oleh RAS

Komentar