UNY Selidiki Dugaan Alumni Terlibat Pemalsuan Riset di Denmark
Frame Daily, Yogyakarta-Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah menelusuri dugaan keterlibatan dua alumninya dalam kasus pemalsuan riset yang ramai dibahas di media sosial. Kasus ini dikaitkan dengan konferensi internasional ISPPD 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark, pada pertengahan Mei lalu.
Dua nama yang menjadi sorotan adalah Rivaldy Fajar dan Prihantini. Keduanya disebut diduga memalsukan hasil penelitian demi mendapatkan travel grant dan kemudahan mengikuti konferensi luar negeri. Pihak kampus mengaku masih melakukan pendalaman dan belum bisa memastikan apakah orang yang viral tersebut benar merupakan alumni UNY yang dimaksud.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, mengatakan nama keduanya memang tercatat di database kampus. Rivaldy diketahui merupakan lulusan S1 Matematika tahun 2017, sementara Prihantini lulus pada 2018.
Prof. Nur menegaskan pihak kampus masih berhati-hati sebelum mengambil kesimpulan. Ia menyebut kesamaan nama belum tentu membuktikan identitas orang yang sedang diperbincangkan publik.
“Kesamaan nama yang tercantum dalam basis data kampus tidak serta-merta membuktikan identitas individu,” ujar Prof. Nur.
UNY juga mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Kampus saat ini masih mencoba menghubungi pihak yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut sebelum menentukan langkah etik ataupun sanksi.
Dalam keterangannya, Prof. Nur juga mengatakan:
“Nanti kalau sudah ada jawaban dari beliau berdua, klarifikasinya sudah jelas, baru kami masukkan. Entah nanti ke komite etik atau bagaimana,” katanya.
Kasus ini sendiri mencuat setelah dugaan manipulasi riset dibahas oleh sejumlah peneliti Indonesia di media sosial. Dugaan pemalsuan disebut terjadi saat konferensi ISPPD 2026 di Denmark yang dihadiri sejumlah peneliti asal Indonesia.
Komentar