Tambang Batu Bara di China Meledak, 90 Buruh Tewas

Tambang Batu Bara di China Meledak, 90 Buruh Tewas
Detik detik ledakan tambang (Foto: Dok. Istimewa)

Frame Daily, China - Ledakan dahsyat mengguncang tambang batu bara di China utara dan menewaskan sedikitnya 90 pekerja. Tragedi ini menjadi kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Peristiwa maut tersebut terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, pada Jumat malam waktu setempat. Hingga Sabtu, operasi penyelamatan masih terus dilakukan untuk mencari para pekerja yang belum ditemukan.

Ledakan Terjadi Saat Ratusan Buruh Bekerja di Bawah Tanah

Media pemerintah China, CCTV, melaporkan ledakan terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat saat 247 pekerja berada di dalam tambang bawah tanah.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 201 pekerja hingga Sabtu pagi pukul 06.00 waktu setempat. Meski begitu, sembilan orang dilaporkan masih hilang.

“Upaya penyelamatan masih berlangsung. Jumlah korban masih dihitung,” tulis CCTV dalam laporannya.

Sebelum ledakan terjadi, kantor berita pemerintah Xinhua menyebut kadar karbon monoksida di dalam tambang sempat terdeteksi melebihi ambang batas aman.

Presiden Xi Jinping Perintahkan Operasi Besar-Besaran

Presiden China langsung memerintahkan operasi penyelamatan besar-besaran bagi pekerja yang masih terjebak di bawah tanah.

Dalam laporan Xinhua, Xi juga meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengungkap penyebab ledakan serta memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum.

Pemerintah daerah bersama tim penyelamat mengerahkan sekitar 400 hingga 500 personel untuk membantu proses evakuasi di lokasi kejadian. Sejumlah pejabat tingkat provinsi juga telah tiba di area tambang.

Penyebab Ledakan Masih Diselidiki

Foto: Dok.Istimewa

Hingga kini, penyebab pasti ledakan di tambang Liushenyu masih dalam penyelidikan otoritas setempat.

Pihak perusahaan pengelola tambang, Shanxi Tongzhou Group Liushenyu Coal Industry, juga belum memberikan penjelasan detail terkait insiden tersebut.

“Saya tidak mengetahui situasinya,” ujar seorang petugas perusahaan saat dihubungi media internasional sebelum menutup sambungan telepon.

Catatan Kelam Industri Tambang China

China masih bergantung besar pada batu bara sebagai sumber energi utama nasional. Provinsi Shanxi sendiri diketahui menyumbang lebih dari seperempat produksi batu bara China.

Di sisi lain, industri tambang batu bara di negara tersebut memiliki sejarah panjang terkait masalah keselamatan kerja. Meski pemerintah mengklaim standar keamanan terus ditingkatkan sejak awal 2000-an, kecelakaan fatal masih sering terjadi.

Pada 2023 lalu, sebanyak 53 pekerja dilaporkan tewas akibat runtuhnya tambang di Mongolia Dalam.

Tragedi terbaru di Shanxi kembali menyoroti tingginya risiko kerja di sektor pertambangan China dan memicu sorotan terhadap sistem keselamatan industri batu bara di negara itu.

Ditulis oleh CO

Komentar