Speed Boat Jurnalis Hilang, SAR Perluas Pencarian di Sekitar Anak Krakatau

SAR Banten memperluas pencarian speed boat jurnalis hingga mendekati Gunung Anak Krakatau. Area pencarian mencapai 2.109 nautical mile persegi.

Speed Boat Jurnalis Hilang, SAR Perluas Pencarian di Sekitar Anak Krakatau
Ilustrasi. SAR Banten memperluas pencarian speed boat jurnalis hingga mendekati Gunung Anak Krakatau. Area pencarian mencapai 2.109 nautical mile persegi. (FDN/AI)

Frame Daily, Jakarta - Speed boat jurnalis yang membawa rombongan wartawan masih dalam pencarian tim SAR gabungan pada hari ketiga operasi. Sektor pencarian diperluas hingga mendekati perairan sekitar tepi Gunung Anak Krakatau dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Kepala SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan pencarian speed boat jurnalis dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik dan cuaca di sekitar Selat Sunda. Tim SAR memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau sebelum memasuki wilayah perairan yang dinilai memiliki potensi risiko.

"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad di Pandeglang, Kamis (10/9).

Dalam operasi pencarian speed boat jurnalis, unsur udara nirawak berupa drone turut disiagakan di atas kapal. Penggunaan perangkat tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pengamatan visual terhadap area yang sulit dijangkau secara langsung oleh personel.

"Kita tetap bekali drone di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tetapi melihat kondisi di lapangan yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," ujar Al Amrad.

Pembagian Sektor Pencarian Diperluas

Al Amrad menjelaskan pencarian speed boat jurnalis dilakukan secara terstruktur dengan pembagian sektor dari wilayah perairan Banten hingga Lampung. Pola tersebut melibatkan sejumlah kapal dan unsur SAR dari berbagai wilayah untuk memperluas cakupan penyisiran.

Menurut dia, unsur yang bergerak dari Banten berkoordinasi dengan Kantor SAR Lampung serta armada lain yang melakukan pencarian dari wilayah Lampung. Pembagian sektor ini dilakukan agar area pencarian dapat ditangani secara lebih sistematis.

"Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisi sektor, di mana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung," jelasnya.

Luas area pencarian pada operasi hari ketiga mencapai 2.109 nautical mile persegi. Angka tersebut menunjukkan besarnya wilayah yang harus disisir oleh tim gabungan untuk menemukan keberadaan kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut.

Operasi melibatkan sejumlah alat utama sistem persenjataan dan kapal SAR. Armada yang dikerahkan antara lain KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten.

Nelayan Lokal Ikut Bantu Penyisiran

Pencarian speed boat jurnalis tidak hanya dilakukan di laut lepas. Tim SAR gabungan juga mengoptimalkan keterlibatan nelayan lokal untuk menyisir kawasan pesisir Banten yang lebih mudah dijangkau dari jalur perairan setempat.

Al Amrad mengatakan nelayan mendapat pendampingan dari personel SAR ketika melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan. Strategi ini diharapkan membantu memperluas jangkauan pencarian, terutama pada wilayah pesisir.

"Untuk di sektor E, setelah dari rekan-rekan kita mendampingi para nelayan yang melakukan searching, mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten," kata dia.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam operasi speed boat jurnalis tersebut. Perubahan arah angin di kawasan Selat Sunda terus dipantau karena dapat memengaruhi keselamatan personel sekaligus efektivitas penyisiran di laut.

Tim SAR memastikan perluasan operasi tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki dinamika aktivitas vulkanik yang membuat setiap pergerakan kapal harus mempertimbangkan perkembangan kondisi terkini.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan mengerahkan unsur laut, drone, serta dukungan nelayan setempat. Tim gabungan terus melakukan penyisiran berdasarkan pembagian sektor yang telah ditetapkan untuk menemukan speed boat jurnalis dan memastikan kondisi seluruh penumpang.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar