Frame Daily, jakarta - Tim nasional Jerman mengawali kiprah mereka di babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat luar biasa. Berhadapan dengan tim debutan, pertandingan yang memperlihatkan dominasi total ini berakhir dengan skor mencolok. Anak asuh Julian Nagelsmann tampil tanpa ampun guna mengamankan tiga poin pertama mereka demi menguasai takhta klasemen grup.
Hasil skor Germany vs Curacao piala dunia 2026 berakhir dengan kemenangan telak Die Mannschaft 7-1 dalam laga yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Texas, Amerika Serikat.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Jerman langsung mengambil inisiatif serangan cepat untuk mengurung pertahanan Curacao. Pertandingan baru berjalan enam menit, papan skor sudah berubah. Berawal dari kerja sama apik dengan Florian Wirtz, Felix Nmecha sukses melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh yang gagal dihalau kiper Curacao, Eloy Room. Gol kilat ini sempat membuat mental para pemain debutan goyah, walau mereka perlahan mencoba keluar dari tekanan berat raksasa Eropa tersebut.

Kejutan besar sempat tercipta pada menit ke-21 yang membuat publik Houston bergemuruh. Curacao berhasil memanfaatkan celah kelengahan lini belakang Jerman melalui sebuah skema serangan balik terukur. Livano Comenencia melepaskan tendangan keras yang sempat berbelok arah setelah mengenai bek Jerman, memaksa kiper veteran Manuel Neuer memungut bola dari dalam gawangnya. Gol penyama kedudukan menjadi 1-1 ini langsung tercatat sebagai gol bersejarah, karena merupakan gol pertama Curacao sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
Respons cepat segera diperlihatkan oleh armada Julian Nagelsmann yang menolak untuk panik. Pada menit ke-38, Jerman kembali memimpin berkat gol sundulan Nico Schlotterbeck yang memanfaatkan umpan matang dari sepak pojok Nathaniel Brown. Menjelang turun minum, tekanan intens dari Jerman memaksa Riechedly Bazoer melanggar Felix Nmecha di kotak terlarang. Kai Havertz yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti dengan tenang mengecoh Eloy Room pada menit ke-45+5, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman bagi Jerman, 3-1.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan semakin tidak berimbang bagi sang debutan terkecil dalam sejarah turnamen ini. Hanya dua menit pasca kick-off babak kedua, tepatnya menit ke-47, Jamal Musiala memperlebar keunggulan Jerman menjadi 4-1 setelah memaksimalkan umpan terobosan manis dari Joshua Kimmich. Curacao tampak semakin kehabisan bensin untuk membendung gelombang serangan deras yang terus digulirkan oleh para pemain sayap dan gelandang kreatif Jerman di sepanjang sisa waktu paruh kedua.

Pesta gol tim panser berlanjut pada menit ke-68 melalui aksi pemain muda Nathaniel Brown. Memanfaatkan umpan manja kiriman pemain pengganti Deniz Undav, Brown menandai debut manisnya di panggung tertinggi sepak bola dunia lewat sepakan voli indah yang merobek jala gawang Curacao. Sepuluh menit kemudian, giliran Deniz Undav sendiri yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78 setelah menyambar operan matang Kimmich di mulut gawang, merubah skor menjadi sangat telak 6-1.
Menjelang laga usai, tepatnya menit ke-88, Kai Havertz menyempurnakan performa gemilangnya sekaligus mengunci kemenangan dengan mencetak brace. Lewat aksi individu menawan, Havertz meloloskan diri ke lini belakang lawan dan melakukan tendangan cungkil (dink shot) cerdik melewati kepala Eloy Room. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 7-1 untuk kemenangan telak Jerman tetap bertahan.
Kemenangan fantastis ini tidak sekadar menghasilkan poin penuh bagi Jerman di Grup E, tetapi juga menorehkan tinta emas baru. Dengan tambahan tujuh gol ini, Jerman resmi melampaui rekor Brasil sebagai tim paling subur dan tertajam di sepanjang sejarah bergulirnya Piala Dunia dengan koleksi total 239 gol. Sementara bagi Curacao, kekalahan kelas master dari juara dunia empat kali ini menjadi pelajaran berharga yang harus segera mereka lupakan demi menatap laga krusial selanjutnya melawan Ekuador.
Komentar