Fakta Penting
- Chromebook menggunakan sistem operasi ChromeOS buatan Google.
- Dirancang untuk pembelajaran dan pekerjaan berbasis internet.
- Terintegrasi dengan Google Workspace for Education.
- Memiliki sistem keamanan dan pembaruan otomatis.
- Pengadaannya menjadi bagian dari perkara hukum yang menjerat mantan Mendikbud Nadiem Makarim.
Frame Daily, Jakarta - Vonis 10 tahun Penjara dan denda 1 Milyar terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, membuat program pengadaan Chromebook kembali menjadi perhatian publik. Di balik proses hukum tersebut, banyak masyarakat bertanya mengapa pemerintah saat itu memilih Chromebook untuk mendukung digitalisasi sekolah.
Padahal, di pasaran tersedia berbagai laptop berbasis Windows dengan spesifikasi yang beragam. Lalu, apa yang membuat Chromebook dinilai layak digunakan di lingkungan pendidikan?
Dirancang untuk Kebutuhan Belajar
Chromebook merupakan laptop yang menggunakan ChromeOS, sistem operasi yang dikembangkan Google. Berbeda dengan Windows atau macOS, ChromeOS dirancang agar ringan, cepat, dan terhubung dengan layanan berbasis cloud.
Perangkat ini banyak digunakan di sekolah karena mampu menjalankan kebutuhan belajar sehari-hari, seperti membuat dokumen, mengikuti kelas daring, mengakses materi pembelajaran, hingga berkolaborasi secara real time melalui internet.
Terhubung dengan Layanan Google
Salah satu keunggulan utama Chromebook adalah integrasinya dengan layanan Google.
Pengguna dapat langsung mengakses Gmail, Google Drive, Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Meet, hingga Google Classroom hanya dengan satu akun Google.
Semua dokumen tersimpan secara otomatis di cloud sehingga risiko kehilangan data akibat kerusakan perangkat menjadi lebih kecil.
Cepat dan Mudah Digunakan
Chromebook dikenal memiliki waktu booting yang singkat. Sebagian besar perangkat dapat menyala dalam hitungan detik sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama sebelum mulai bekerja atau belajar.
ChromeOS juga tidak membutuhkan spesifikasi perangkat yang tinggi sehingga tetap berjalan lancar meski menggunakan prosesor dan kapasitas memori yang lebih sederhana dibandingkan laptop konvensional.
Keamanan Menjadi Andalan
Google membekali Chromebook dengan sistem keamanan bawaan seperti Verified Boot, Sandbox, dan pembaruan sistem otomatis.
Fitur tersebut membantu melindungi perangkat dari malware serta ancaman keamanan digital tanpa memerlukan perangkat lunak antivirus tambahan.
Bagi sekolah yang mengelola ribuan perangkat, pembaruan sistem juga dapat dilakukan secara otomatis sehingga lebih mudah dipelihara.
Baterai Tahan Seharian
Sebagian besar Chromebook memiliki daya tahan baterai antara delapan hingga 12 jam dalam sekali pengisian daya.
Durasi tersebut dinilai cukup untuk menunjang aktivitas belajar mengajar selama satu hari penuh tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
Bukan Tanpa Kekurangan
Meski memiliki sejumlah keunggulan, Chromebook juga memiliki keterbatasan.
Perangkat ini belum sepenuhnya mendukung berbagai aplikasi profesional yang umum digunakan di Windows, seperti perangkat lunak desain grafis, rekayasa teknik, maupun penyuntingan video tingkat lanjut.
Pengalaman penggunaan terbaik juga diperoleh ketika perangkat terhubung dengan internet karena sebagian besar fiturnya mengandalkan layanan cloud.
Mengapa Kini Menjadi Perhatian?
Nama Chromebook kembali ramai setelah pengadaannya menjadi bagian dari perkara hukum yang menyeret mantan Mendikbud Nadiem Makarim.
Perlu dipahami, perkara yang diproses di pengadilan berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan penggunaan anggaran, bukan terhadap teknologi Chromebook sebagai sebuah produk.
Dengan kata lain, yang menjadi objek perkara adalah mekanisme pengadaan, sementara Chromebook tetap menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan di berbagai negara untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.
Komentar