Ratusan Siswa Pati Diduga Keracunan MBG

Ratusan siswa dan guru di dua sekolah Pati diduga keracunan usai menyantap MBG. Dinkes masih menyelidiki penyebab dan menunggu hasil uji laboratorium.

Ratusan Siswa Pati Diduga Keracunan MBG
Ilustrasi. Ratusan siswa dan guru di dua sekolah Pati diduga keracunan usai menyantap MBG. (FDN/AI)

Frame Daily, Pati - Keracunan MBG diduga dialami ratusan siswa dan guru di dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka mengalami mual dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan sehari sebelumnya.

Dua sekolah yang terdampak keracunan MBG yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati. Para siswa dan guru yang mengalami keluhan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan laporan terkait dugaan keracunan MBG diterima pihaknya sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (9/9/2026). Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pendataan.

“Lokasi ada dua sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong,” kata Luky kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual serta diare. Di MTs Negeri 3 Pati, keluhan serupa dialami 127 siswa dan 30 guru.

Dugaan keracunan MBG tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati belum memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi dalam program MBG.

Dinkes Pati Tunggu Hasil Uji Lab

Luky mengatakan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pati masih melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami warga sekolah. Sampel dan berbagai informasi terkait kejadian tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

“Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan,” jelas Luky.

Ia menegaskan penyebab keracunan MBG belum dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala yang muncul. Dinkes masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologis dan pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan.

“Tim kami masih melakukan penyelidikan lagi, kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa. Kita tunggu penyelidikan epidemiologis seperti apa, hasil uji lab seperti apa,” ujarnya.

Jumlah korban juga masih bersifat dinamis karena proses pendataan terus berlangsung. Para siswa dan guru yang mengalami keluhan telah dibawa ke puskesmas serta sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pati untuk mendapatkan penanganan medis.

“Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH,” kata Luky.

Siswa Mengaku Sakit Perut

Salah satu siswa kelas IX, Zamroni, menceritakan kondisi yang dialaminya setelah menerima menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Ia menyebut menu yang diterima berupa nasi bakar dan ayam suwir.

Keluhan mulai dirasakan pada malam hari dan berlanjut hingga Rabu pagi. Zamroni mengaku mengalami mual dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.

“Menu nasi bakar, di kelas ada lima siswa. Sakit, ke toilet tiga kali,” ujar Zamroni saat ditemui di lokasi.

Kasus dugaan keracunan MBG tersebut kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan sekaligus mengetahui keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang muncul.

Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber kejadian. Dinkes Pati masih mengumpulkan data dari fasilitas kesehatan dan melakukan pemeriksaan epidemiologis serta uji laboratorium.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian dan langkah penanganan berikutnya. Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi agar informasi mengenai dugaan keracunan tidak berkembang tanpa dasar yang terverifikasi.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar