Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, di Jakarta. Tokoh bisnis dan anggota DPR RI itu wafat pada usia 63 tahun dan dimakamkan di Gorontalo.

Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun
Rachmat Gobel, pengusaha nasional, mantan Menteri Perdagangan, dan anggota DPR RI, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Tebet, Jakarta, dalam usia 63 tahun.

Frame Daily, Jakarta – Kabar duka datang dari dunia usaha dan politik Indonesia. Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Tebet, Jakarta. Pengusaha nasional sekaligus anggota DPR RI tersebut wafat pada usia 63 tahun.

Informasi mengenai wafatnya Rachmat Gobel disampaikan keluarga dan beredar luas melalui sejumlah kanal resmi serta dikonfirmasi oleh berbagai media. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, sebelum diberangkatkan ke Gorontalo untuk dimakamkan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai penyebab wafatnya Rachmat Gobel.

Kepergian Rachmat Gobel menjadi kehilangan besar bagi dunia industri nasional. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai figur yang berperan dalam pengembangan industri manufaktur, investasi, serta penguatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang.

Profil Singkat Rachmat Gobel

Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962 dan merupakan generasi penerus Gobel Group, perusahaan yang didirikan keluarganya dan berkembang menjadi salah satu kelompok usaha nasional terkemuka. Namanya lekat dengan Panasonic Gobel Indonesia, hasil kemitraan strategis antara Gobel Group dan Panasonic Corporation Jepang yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group tidak hanya mengembangkan bisnis elektronik, tetapi juga memperluas investasi ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, properti, pariwisata, hingga pengembangan UMKM. Dalam berbagai kesempatan, Rachmat Gobel menekankan pentingnya membangun industri nasional yang mampu bersaing secara global sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Belakangan, Gobel Group juga aktif mengembangkan sejumlah proyek di Gorontalo sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Kiprah di Pemerintahan dan DPR RI

Selain dikenal sebagai pengusaha, Rachmat Gobel juga memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan dunia politik. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia pada periode 2014–2015.

Setelah itu, Rachmat Gobel terjun ke parlemen dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem. Di Senayan, ia aktif membahas isu perdagangan, industri, investasi, diplomasi ekonomi, serta pembangunan kawasan Indonesia Timur. Dalam berbagai forum, ia kerap menyuarakan pentingnya memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Beberapa bulan sebelum wafat, Rachmat Gobel masih menghadiri sejumlah agenda resmi DPR RI dan menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kemandirian ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dunia.

Dikenal Aktif Mendorong Pembangunan Daerah

Sebagai putra daerah Gorontalo, Rachmat Gobel dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan wilayah timur Indonesia. Ia terlibat dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Melalui Gobel Group, ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah proyek yang dijalankan perusahaan di Gorontalo menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal sekaligus menarik investasi ke kawasan tersebut.

Jenazah Dimakamkan di Gorontalo

Menurut informasi yang beredar, jenazah Rachmat Gobel disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan. Setelah prosesi penghormatan terakhir, jenazah akan diberangkatkan menuju Gorontalo untuk dimakamkan.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, pelaku usaha, hingga masyarakat yang mengenal kiprah Rachmat Gobel selama puluhan tahun.

Kepergian Rachmat Gobel dinilai meninggalkan warisan penting dalam pengembangan industri nasional, penguatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang, serta komitmennya terhadap pembangunan daerah.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar