Posko Gempa Lambaleda Timur Masih Jadi Titik Penanganan Warga Terdampak

BNPB mencatat ribuan warga Manggarai Timur mengungsi pascagempa Flores. Posko Lambaleda menjadi salah satu titik penanganan warga terdampak.

Posko Gempa Lambaleda Timur Masih Jadi Titik Penanganan Warga Terdampak
Warga terdampak gempa bumi di wilayah Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berada di posko pengungsian sambil menunggu kondisi kembali aman setelah rangkaian gempa susulan. (Foto : Bowman/framedaily.id)

Frame Daily, Manggarai Timur - Wilayah Lambaleda di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data BNPB yang dipaparkan pada 18 Agustus 2026, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 966 warga mengungsi di posko BPBD, sementara sekitar 14.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Dengan demikian, jumlah pengungsi di Manggarai Timur yang tercatat dalam pembaruan tersebut mencapai sekitar 15.000 jiwa.

Angka tersebut menjadi gambaran penting mengenai besarnya dampak gempa terhadap masyarakat di Manggarai Timur, termasuk kawasan Lambaleda yang mengalami kerusakan serta menghadapi kendala akses menuju sejumlah lokasi terdampak.

Posko Pengungsian Lambaleda

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan Ronting dan Lamba Leda Utara. Posko pengungsian di wilayah tersebut digunakan untuk menampung warga sekaligus menjadi titik pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan.

Pada 18 Agustus, pasien dengan kondisi patah tulang dari kawasan Ronting bahkan dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas menuju Rumah Sakit Umum Komodo di Labuan Bajo. Tim medis juga diterbangkan menuju wilayah Lambaleda karena keterbatasan tenaga kesehatan di lokasi terdampak.

Sebelumnya, BNPB juga mencatat keberadaan pengungsi di wilayah Lamba Leda Utara, termasuk kawasan Satar Padut. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap warga yang berada di posko pengungsian Kampung Damer, Desa Satar Padut.

Kondisi geografis dan akses menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan. Kawasan Lambaleda termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan mobilitas dan layanan kesehatan karena sejumlah titik sulit dijangkau melalui jalur darat.

Data BNPB: 40.040 Warga Mengungsi di NTT

Secara keseluruhan, BNPB pada 18 Agustus 2026 mencatat 40.040 warga mengungsi akibat gempa bumi M7,7 di NTT.

BNPB mengingatkan bahwa angka pengungsian tersebut tidak dapat secara langsung digunakan sebagai indikator jumlah rumah rusak. Keputusan warga untuk meninggalkan rumah juga dipengaruhi faktor psikologis dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Selain Manggarai Timur, pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten lain, antara lain Manggarai sebanyak 6.487 orang, Nagekeo 6.221 orang, Sikka 5.681 orang, Ngada 1.920 orang, Manggarai Barat 600 orang, serta wilayah Ende.

BNPB pada periode yang sama juga mencatat 11.925 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.

Korban di Manggarai Timur

Dampak gempa juga cukup berat di Manggarai Timur.

Data yang disampaikan BNPB pada 18 Agustus menunjukkan Manggarai Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah korban luka yang tinggi. Tercatat 442 orang mengalami luka berat dan 513 orang luka ringan berdasarkan data yang dihimpun saat itu.

Perkembangan data korban kemudian terus berubah seiring proses verifikasi lapangan. Data unsur SAR gabungan hingga 19 Agustus malam mencatat total korban meninggal akibat gempa di tujuh kabupaten di Flores mencapai 73 orang, dengan 931 orang mengalami luka-luka. Manggarai Timur termasuk daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 24 orang.

Karena proses pendataan masih berlangsung, angka tersebut perlu diperlakukan sebagai data sementara dan mengikuti pembaruan resmi pemerintah.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Ancaman belum sepenuhnya berakhir. BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama M7,7.

Hingga 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 4.258 kejadian gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. BMKG menyebut aktivitas gempa susulan dapat berlangsung hingga sekitar empat minggu setelah gempa utama.

Pada 20 Agustus, gempa M5,7 juga mengguncang kawasan Manggarai Timur. Gempa tersebut terjadi pukul 09.47 WIB dengan kedalaman 10 kilometer dan episenter sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Data Posko Perlu Terus Diperbarui

Untuk kawasan Lambaleda Timur secara khusus, belum tersedia publikasi BNPB yang memerinci jumlah pengungsi terbaru per posko pada 22 Agustus 2026.

Karena itu, angka 966 orang di posko BPBD dan sekitar 14.000 pengungsi mandiri sebaiknya disebut sebagai data BNPB per 18 Agustus 2026, bukan sebagai angka terkini per 22 Agustus. Data posko dapat berubah seiring warga kembali ke rumah, berpindah lokasi pengungsian, atau memilih mengungsi secara mandiri.

Pemerintah dan petugas di lapangan masih melakukan pemutakhiran data, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta penanganan warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar