Frame Daily, Jakarta - Arsenal melanjutkan tren positif mereka pada awal musim Premier League 2026/2027 setelah sukses mencuri tiga poin penuh dalam kunjungan ke markas Sunderland. Bertanding di Stadium of Light, skuad asuhan Mikel Arteta berhasil menutup laga dengan kemenangan 2-0 atas tuan rumah. Kemenangan ini memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen sementara dengan rekor sempurna empat kemenangan beruntun dari empat pertandingan awal.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Arsenal langsung berinisiatif mengambil kendali permainan lewat penguasaan bola dan serangan yang disusun rapi dari lini tengah. Di sisi lain, Sunderland yang bermain di hadapan pendukung sendiri menerapkan garis pertahanan rapat dan disiplin guna meredam agresivitas tim tamu, sembari mengintip peluang melalui skema serangan balik cepat.

Peluang emas pertama bagi Arsenal tercipta ketika Kai Havertz melepaskan tembakan jarak dekat di dalam kotak penalti, namun kiper Sunderland, Robin Roefs, tampil sigap menggagalkan upaya tersebut. Sunderland pun tidak tinggal diam gelandang mereka, Enzo Le Fee, sempat mengancam lewat tembakan spekulasi dari luar kotak penalti walau bolanya masih menyamping dari gawang David Raya. Hingga babak pertama usai, papan skor tetap bertahan 0-0 karena rapatnya lini pertahanan kedua tim.
Memasuki babak kedua, atmosfer pertandingan meningkat drastis dengan berbagai momen dramatis. Sunderland mendapatkan peluang emas untuk memimpin terlebih dahulu pada menit ke-54 setelah wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Ezri Konsa terhadap Daniel Ballard di dalam kotak terlarang. Enzo Le Fee maju sebagai eksekutor penalti, namun sepakan terarahnya berhasil ditepis secara gemilang oleh David Raya yang melompat ke arah yang tepat.

Kegagalan penalti tuan rumah langsung dimanfaatkan Arsenal untuk membalikkan momentum. Hanya berjarak tiga menit dari penyelamatan Raya, Bruno Guimarães yang masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua sukses memecah kebuntuan. Menerima umpan dari Declan Rice, Bruno melepaskan tembakan jarak jauh melengkung yang bersarang tepat di pojok atas gawang Sunderland tanpa bisa dijangkau Roefs, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Tertinggal satu gol membuat Sunderland meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Tekanan bertubi-tubi sempat membuat lini belakang Arsenal harus bekerja keras, termasuk peluang emas dari Nordi Mukiele yang tembakannya berhasil dipatahkan Raya secara krusial. Memasuki masa injury time, drama kembali terjadi saat bek Sunderland, Reinildo Mandava, melanggar Bukayo Saka di kotak penalti hingga menerima kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan.
Bukayo Saka yang maju sendiri sebagai algojo penalti pada menit ke-90+7 menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Sepakan kaki kirinya mengarahkan bola ke pojok bawah gawang dan mengunci kemenangan Arsenal dengan skor akhir 2-0. Hasil ini menegaskan kedalaman skuad serta ketahanan mental Meriam London dalam mengatasi tekanan laga tandang yang sengit.
Komentar