Frame Daily, Nganjuk - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia setelah tahap awal operasionalisasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah resmi dimulai.
Pernyataan itu disampaikan Ferry usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 unit KDKMP secara simbolis di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026).
Menurut Ferry, pemerintah tengah menyiapkan pengembangan koperasi dalam skala nasional sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi rakyat berbasis desa dan kelurahan.
“Nanti di bulan Agustus, meskipun Bapak Presiden tadi menyampaikan akan diresmikan lagi 20.000 KDKMP, kami akan berusaha maksimal lebih dari target tersebut,” kata Ferry.
Pemerintah Klaim Pembangunan Koperasi Berjalan Cepat
Ferry menjelaskan pembangunan koperasi dimulai sejak akhir 2025 dan saat ini hampir 9.200 unit telah selesai dibangun secara fisik di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.061 unit menjadi tahap pertama yang resmi mulai dioperasikan untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Menurutnya, percepatan pembangunan koperasi dilakukan karena pemerintah ingin menghadirkan pusat ekonomi baru yang langsung menyentuh masyarakat desa.
“Kehadiran KDKMP ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi,” ujarnya.
Koperasi Akan Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi Desa
Pemerintah menyiapkan KDKMP bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga pusat distribusi kebutuhan pokok, penyimpanan hasil panen, hingga penyaluran barang subsidi.
Koperasi juga diproyeksikan menjadi penghubung antara produk masyarakat desa dengan pasar yang lebih luas.
Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap hasil pertanian, perikanan, perkebunan, hingga produk UMKM desa dapat terserap lebih maksimal.
Selain itu, koperasi nantinya akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Siapkan Skema untuk Daerah Minim Lahan
Dalam pengembangannya, pemerintah juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama di wilayah perkotaan atau daerah dengan keterbatasan lahan.
Ferry mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembangunan koperasi model vertikal untuk daerah yang tidak memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi.
Kajian tersebut dilakukan bersama PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditugaskan membantu pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas pendukung koperasi.
“Khususnya untuk kelurahan maupun daerah yang lahannya terbatas, konsepnya sedang kami siapkan,” katanya.
Ditargetkan Jadi Program Ekonomi Nasional
Pemerintah menargetkan KDKMP menjadi salah satu program ekonomi terbesar berbasis desa dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan jumlah koperasi yang terus bertambah, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat desa dapat bergerak lebih cepat dan tidak hanya bergantung pada pusat kota.
Selain memperluas akses usaha masyarakat kecil, koperasi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru di tingkat desa dan kelurahan.

Komentar