Lebak-Pandeglang Bisa Jadi Sentra Pertanian Banten, DPR Dorong Pemetaan Komoditas

Lebak dan Pandeglang dinilai berpotensi menjadi sentra pertanian berkelanjutan Banten. Anggota Komisi IV DPR mendorong pemetaan komoditas berbasis kajian.

Lebak-Pandeglang Bisa Jadi Sentra Pertanian Banten, DPR Dorong Pemetaan Komoditas
Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman mendorong pemetaan komoditas pertanian berbasis potensi wilayah, termasuk pengembangan Lebak dan Pandeglang sebagai sentra pertanian berkelanjutan di Banten. (Foto: Frame Daily/Senida)

Frame Daily, Jakarta – Kabupaten Lebak dan Pandeglang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian berkelanjutan di Provinsi Banten. Pengembangannya dinilai perlu berbasis pemetaan komoditas, penelitian, hingga kepastian pasar bagi hasil pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman menilai Banten memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi pengembangannya belum dilakukan secara terukur berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

“Kalau misalkan di Banten nih, saya ngerasain pas masuk di Banten ini pertaniannya itu tidak terukur, tidak terstruktur. Sporadis,” kata Arif dalam wawancara.

Menurut Arif, potensi pertanian seharusnya dipetakan berdasarkan penelitian dan kajian sehingga pemerintah dapat menentukan komoditas yang paling sesuai untuk dikembangkan di setiap daerah. 

Lebak-Pandeglang Jadi Sentra Pertanian

Arif melihat perkembangan wilayah di Banten memiliki karakteristik berbeda. Serang, Tangerang, dan Tangerang Selatan, menurut dia, semakin berkembang sebagai kawasan industri dan permukiman. Kondisi tersebut membuat wilayah yang masih memiliki basis pertanian perlu dijaga.

Lebak dan Pandeglang menjadi dua daerah yang dinilainya memiliki peluang untuk diarahkan sebagai sentra pertanian berkelanjutan.

“Mungkin daerah Serang, Tangerang, Tangerang Selatan ini kan sudah menjadi daerah perumahan, industri. Tapi ada dua nih, Pandeglang sama Lebak misalkan. Jadi dipertahankan menjadi wilayah kabupaten, sentra wilayah pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya. 

Menurut Arif, keberadaan sentra pertanian menjadi penting di tengah perubahan penggunaan lahan akibat perkembangan industri, infrastruktur dan permukiman.

Namun, penetapan suatu wilayah sebagai sentra pertanian tidak cukup hanya dengan mempertahankan lahannya.

Pemerintah juga perlu menentukan komoditas apa yang mempunyai keunggulan dan pasar.

Dari Lada hingga Biofarmaka

Arif mencontohkan sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan di Banten.

Salah satunya lada. Ia mengingatkan Banten memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil lada, tetapi menurut pengamatannya komoditas tersebut kini semakin sulit ditemukan.

Selain rempah, potensi tanaman biofarmaka juga muncul dalam pembahasan mengenai pertanian di Lebak.

Jahe merah menjadi salah satu komoditas yang dinilai dapat dikembangkan. Hasil produksinya berpotensi diarahkan sebagai bahan baku industri pengolahan, termasuk industri jamu.

Menurut Arif, pendekatan tersebut perlu dibangun berdasarkan pemetaan sehingga produksi pertanian mempunyai tujuan pasar sejak awal.

Petani Jangan Hanya Disuruh Menanam

Persoalan pasar menjadi salah satu perhatian Arif. Ia mengatakan pertanyaan mengenai siapa yang akan membeli hasil panen kerap muncul ketika dirinya bertemu dengan masyarakat.

“Kalau masyarakat, ‘Pak, kita mau nanam ini, tapi Bapak bisa cari pembelinya enggak?’ Hampir semua itu,” kata Arif. 

Menurut dia, kebijakan pertanian tidak cukup berhenti pada mendorong petani menanam atau meningkatkan produksi.

Pemerintah perlu membangun ekosistem yang menghubungkan produksi dengan pembeli, industri pengolahan maupun pasar yang dapat menyerap hasil pertanian.

Pendampingan dan pemberdayaan petani juga dinilainya perlu diperkuat agar pengembangan komoditas tidak dilakukan secara sporadis.

Dengan pendekatan tersebut, pemetaan pertanian Banten tidak hanya menentukan apa yang cocok ditanam, tetapi juga di mana komoditas dikembangkan dan siapa yang akan menyerap hasil produksinya.

Bagi Lebak dan Pandeglang, Arif melihat pendekatan itu dapat menjadi dasar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian di tengah berkembangnya kawasan industri dan permukiman di wilayah lain di Banten. 

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar