Frame Daily, Siprus - Israel dilaporkan mencegat armada bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dan menangkap sekitar 100 aktivis yang berada di dalam kapal. Dalam insiden tersebut, jurnalis Republika, Bambang Noroyono, disebut ikut diamankan pasukan Israel.
Informasi penangkapan itu mencuat setelah beredarnya video SOS Bambang Noroyono yang direkam sebelum intersepsi dilakukan militer Israel.
“Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” ujar Bambang dalam video yang dikirim pada Senin pagi waktu Turki.
Video tersebut diketahui merupakan bagian dari protokol darurat peserta Armada Global Sumud Flotilla yang akan dipublikasikan apabila kapal dicegat atau peserta ditangkap.
Israel Intersep Armada di Laut Mediterania
Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal perang Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada bantuan saat berada di perairan internasional dekat Siprus.
Dalam pernyataannya, panitia flotilla menyebut pasukan Israel telah menaiki salah satu kapal bantuan pada siang hari.
“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” tulis pernyataan resmi mereka.
Media Israel melaporkan empat kapal perang dikerahkan dalam operasi tersebut dan seluruh kapal armada diperintahkan mematikan mesin.

Aktivis Tetap Ingin Menuju Gaza
Meski menghadapi intersepsi militer, sejumlah aktivis di atas kapal disebut tetap ingin melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
Armada bantuan tersebut diketahui membawa misi kemanusiaan dan solidaritas internasional untuk warga Palestina di Jalur Gaza yang masih berada dalam krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Panitia menyebut protokol intersepsi telah diaktifkan setelah muncul aktivitas kapal mencurigakan di sekitar armada pada Senin pagi waktu setempat.
Pemerintah RI Diharapkan Bertindak
Video SOS Bambang Noroyono kini ramai beredar di media sosial dan memicu perhatian publik Indonesia.
Banyak warganet mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di dalam armada tersebut.
Selain Bambang Noroyono, disebut ada jurnalis lain bernama Thoudy Badai yang juga berada di kapal armada bantuan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait penangkapan tersebut.

Komentar