IHSG Jumat Ditutup Menguat 0,37 Persen ke 6.525

IHSG ditutup menguat 0,37 persen ke level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Indeks sempat menyentuh 6.551,97.

IHSG Jumat Ditutup Menguat 0,37 Persen ke 6.525
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. IHSG ditutup menguat 0,37 persen ke level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026). (Foto Ilustrasi/AI/framedaily.id)

Frame Daily, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Jumat (21/8/2026) di zona hijau. IHSG naik 24,10 poin atau 0,37 persen ke level 6.525,69.

Penguatan tersebut melanjutkan tren positif setelah pada perdagangan Kamis (20/8/2026), IHSG menguat 1,68 persen dan ditutup di level 6.501,58.

IHSG Bergerak di Zona Hijau

Pada perdagangan Jumat, IHSG dibuka menguat dan sempat mencapai level tertinggi harian 6.551,97. Indeks kemudian mengalami tekanan jual dan menyentuh level terendah sekitar 6.507,43, sebelum kembali menguat menjelang penutupan.

Dengan posisi penutupan 6.525,69, IHSG tetap berada di atas level psikologis 6.500.

Data perdagangan menunjukkan 319 saham menguat, sedangkan 294 saham melemah dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, indeks LQ45 ikut menguat 0,92 persen atau 5,85 poin ke level 644,59.

Saham BUMI dan BBRI Ramai Diperdagangkan

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi perhatian investor sepanjang perdagangan.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu saham dengan aktivitas transaksi tertinggi. BUMI ditutup naik 3,16 persen ke level Rp196 per saham.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menguat 2,87 persen ke level Rp3.230 per saham.

Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 3,31 persen menjadi Rp2.030, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,78 persen ke Rp6.450 per saham.

Di kelompok LQ45, penguatan terbesar antara lain dicatatkan AMRT sebesar 4,73 persen, BBNI 3,90 persen, dan BUMI 3,16 persen.

Sentimen Bursa Asia

Penguatan IHSG berlangsung sejalan dengan kecenderungan positif sejumlah bursa saham Asia.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelaku pasar kawasan merespons rilis data ekonomi Jepang dan menantikan pertemuan komite China.

Data S&P Global menunjukkan PMI manufaktur Jepang meningkat menjadi 55,1 pada Agustus 2026, dari 54,5 pada Juli. Angka tersebut menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur yang semakin kuat.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25–28 Agustus 2026, yang dapat menjadi salah satu perhatian pasar kawasan pada pekan depan.

Ekonomi 2027 Ditarget Tumbuh 6 Persen Frame Daily
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 melalui RAPBN yang tetap ekspansif. Fokusnya mencakup penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, dan penguatan investasi.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Analisis Pasar

Secara teknikal, penutupan IHSG di 6.525,69 menunjukkan indeks berhasil mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.500.

Pergerakan intraday juga memperlihatkan bahwa IHSG sempat menembus 6.550, sebelum kembali turun dan akhirnya ditutup di 6.525,69. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat aksi ambil untung ketika indeks mendekati area atas perdagangan hari ini.

Untuk perdagangan berikutnya, area 6.500 menjadi level support psikologis yang perlu diperhatikan. Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, momentum positif jangka pendek masih terbuka.

Sementara itu, 6.550–6.600 dapat menjadi area resistance yang perlu ditembus apabila indeks ingin melanjutkan penguatan.

Dengan demikian:

  • Support: 6.500
  • Support berikutnya: 6.450
  • Resistance: 6.550
  • Resistance berikutnya: 6.600

Level tersebut merupakan analisis teknikal, bukan proyeksi resmi BEI.

Prospek Pekan Depan

Penguatan IHSG pada dua perdagangan terakhir membawa indeks kembali berada di atas level 6.500. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi profit taking setelah indeks mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

Sentimen eksternal juga masih akan menjadi perhatian, terutama perkembangan pasar Asia, data ekonomi global, serta agenda ekonomi China.

Di dalam negeri, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemampuan IHSG mempertahankan momentum penguatannya.

Jika indeks mampu melewati area 6.550–6.600 dengan dukungan volume transaksi yang kuat, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila IHSG kembali turun di bawah 6.500, tekanan jual perlu diwaspadai.

Kesimpulan

IHSG menutup perdagangan Jumat (21/8/2026) dengan kenaikan 0,37 persen ke level 6.525,69. Penguatan tersebut memperpanjang reli setelah indeks naik 1,68 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.

Posisi IHSG yang masih bertahan di atas 6.500 menjadi sinyal positif jangka pendek. Namun, pasar tetap perlu mencermati kemampuan indeks menembus area 6.550–6.600 serta potensi aksi ambil untung.

FrameDaily Market Review: IHSG masih berada dalam momentum positif pada akhir pekan. Level 6.500 menjadi batas penting untuk menjaga bias penguatan, sementara 6.550–6.600 menjadi area yang perlu ditembus untuk membuka ruang kenaikan berikutnya.

Catatan: Artikel ini merupakan informasi dan analisis pasar, bukan rekomendasi investasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), ANTARA, Kontan, EmitenNews, dan sumber pasar terkait.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar