Frame Daily, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat tajam pada perdagangan Kamis (20/8/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan.
IHSG ditutup naik 107,46 poin atau 1,68 persen ke level 6.501,59. Penguatan tersebut membawa IHSG kembali menembus level 6.500 setelah pada perdagangan Rabu (19/8) ditutup di posisi 6.394.
Penguatan pasar saham domestik sejalan dengan sentimen positif di sejumlah bursa kawasan Asia dan global. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.447,25 dan bergerak dalam rentang 6.444,40–6.514,68 sebelum berakhir di 6.501,59.
Seluruh Sektor Saham Menguat
Penguatan IHSG terjadi secara merata. Seluruh 11 sektor saham dalam klasifikasi IDX-IC berakhir di zona hijau.
Sektor barang baku menjadi penggerak terkuat dengan kenaikan 3,46 persen. Berikutnya sektor barang konsumer non-primer menguat 2,16 persen dan sektor perindustrian naik 2,15 persen.
Sektor barang konsumer primer tumbuh 1,98 persen, sektor keuangan naik 1,49 persen, sementara sektor teknologi menguat 1,44 persen.
Sektor energi juga naik 1,26 persen, properti dan real estat 1,21 persen, kesehatan 0,98 persen, transportasi dan logistik 0,64 persen, serta infrastruktur 0,17 persen.

Baca juga : Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6 Persen pada 2027, dari Mana Mesin Pertumbuhannya?
Saham Komoditas Jadi Penggerak
Di jajaran saham LQ45, penguatan paling tinggi dicatat Merdeka Battery Materials (MBMA) yang melonjak 10,78 persen menjadi Rp565 per saham.
Amman Mineral Internasional (AMMN) menyusul dengan kenaikan 7,97 persen ke Rp4.470, sedangkan Hartadinata Abadi (HRTA) naik 7,83 persen menjadi Rp2.349.
Pergerakan tersebut menunjukkan minat beli kembali menguat, terutama pada saham-saham yang berkaitan dengan komoditas dan sektor barang baku.
Transaksi Bursa Capai Rp15,77 Triliun
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai.
Nilai transaksi saham di BEI mencapai sekitar Rp15,77 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 77,09 miliar saham dalam 2,262 juta kali transaksi.
Sebanyak 480 saham menguat, 196 saham melemah, dan 287 saham bergerak stagnan.
Rupiah Ikut Menguat
Penguatan pasar saham berlangsung bersamaan dengan apresiasi rupiah.
Data perdagangan yang dikutip pada Kamis menunjukkan rupiah berada di sekitar Rp17.794 per dolar AS, menguat 46 poin atau sekitar 0,26 persen pada pagi hari. Data penutupan lain menunjukkan rupiah berada di sekitar Rp17.748 per dolar AS.
Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor yang ikut diperhatikan investor setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.
Investor Cerna Arah Kebijakan Suku Bunga
Penguatan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen dalam keputusan kebijakan moneter terbaru.
Pasar kini mencermati bagaimana kebijakan tersebut berdampak terhadap stabilitas rupiah, arus modal, likuiditas dan prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
Di sisi eksternal, pelaku pasar juga masih memperhatikan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan bursa global.
Penguatan IHSG pada Kamis menjadi sinyal bahwa tekanan jual pada perdagangan sebelumnya mulai mereda. Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas pasar karena sentimen global dan pergerakan rupiah masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah perdagangan berikutnya.
Untuk perdagangan Jumat (21/8), perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan level 6.500 serta keberlanjutan aliran dana ke saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas.
Sumber: Bursa Efek Indonesia dan laporan pasar Kamis, 20 Agustus 2026.
Komentar