Frame Daily, jakarta - Turnamen sepak bola paling bergengsi di planet bumi, Piala Dunia 2026, resmi bergulir dengan menyajikan laga pembuka yang sangat dramatis dan penuh tensi tinggi. Bermain di hadapan ratusan ribu pendukung setianya yang memadati Mexico City Stadium, sang tuan rumah Meksiko sukses memetik poin penuh setelah menumbangkan perlawanan sengit tim tamu.
Hasil akhir pertandingan mencatat skor Mexico vs South Afrika ditutup dengan angka meyakinkan 2-0 untuk kemenangan skuad berjuluk El Tri.
Pertemuan kedua tim ini seolah menjadi ajang de javu atau laga ulangan dari partai pembuka Piala Dunia 2010 silam, namun kali ini dengan nasib dan status tuan rumah yang saling tertukar. Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, armada Meksiko langsung mengambil inisiatif serangan cepat untuk mengurung lini pertahanan Bafana Bafana. Atmosfer stadion yang luar biasa bergemuruh membuat para pemain tuan rumah tampil dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.
Pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika petaka pertama menimpa lini belakang Afrika Selatan. Berawal dari blunder fatal gelandang Sphephelo Sithole yang kehilangan bola di area sensitif akibat tekanan ketat Erik Lira, bola liar langsung disambar oleh penyerang lincah Julián Quiñones. Pemain depan andalan Meksiko tersebut melepaskan tembakan mendatar akurat yang bersarang telak di antara celah kaki penjaga gawang Ronwen Williams, mengubah papan skor menjadi 1-0.

Gol cepat tersebut membuat jalannya laga semakin menarik dan menjurus kasar karena kedua tim memperagakan permainan fisik yang sangat ketat. Afrika Selatan mencoba merespons ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan lewat skema umpan-umpan pendek. Namun, kokohnya barisan pertahanan Meksiko yang dipimpin oleh kapten César Montes membuat setiap upaya tim tamu selalu kandas sebelum memasuki kotak penalti. Di sisi lain, Meksiko nyaris menggandakan keunggulan sebelum turun minum andai sepakan keras Quiñones tidak membentur tiang gawang setelah menerima umpan matang dari Brian Gutiérrez. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis satu gol bagi tuan rumah.
Memasuki paruh kedua pertandingan, jalannya duel justru semakin memanas dan diwarnai oleh berbagai keputusan krusial dari sang pengadil lapangan. Baru empat menit babak kedua berjalan, Afrika Selatan harus menerima kenyataan pahit setelah Sphephelo Sithole diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Sithole dinilai melakukan pelanggaran keras dari belakang terhadap Gutiérrez yang sedang dalam posisi bebas untuk mencetak gol. Bermain dengan sepuluh orang membuat keseimbangan taktik Bafana Bafana menjadi goyah, dan situasi ini langsung dimanfaatkan secara maksimal oleh pelatih Meksiko, Javier Aguirre, dengan memasukkan darah muda potensial.

Keunggulan jumlah pemain akhirnya membuahkan hasil manis bagi tuan rumah pada menit ke-67. Berawal dari kerja sama apik satu-dua antara Quiñones dan Raúl Jiménez, bola kemudian dialirkan ke sisi sayap menuju Roberto Alvarado. Pemain sayap lincah tersebut mengirimkan umpan silang lambung yang sangat mematikan ke tiang jauh. Sambil melompat tinggi, penyerang berpengalaman Raúl Jiménez berhasil memenangi duel udara dan melepaskan sundulan tajam yang tidak mampu dihalau oleh Ronwen Williams. Gol tersebut sekaligus menegaskan skor Mexico vs South Afrika berubah menjadi 2-0 dan membuat seisi stadion bergemuruh hebat merayakan gol kemenangan.
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan justru semakin tidak terkendali hingga memicu terjadinya hujan kartu merah dari kantong wasit. Pada menit ke-84, pemain pengganti Afrika Selatan, Themba Zwane, diusir keluar lapangan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) membuktikan dirinya sengaja menyikut wajah Roberto Alvarado saat keduanya terlibat perebutan bola.
Menjelang laga usai, tepatnya pada menit ke-92, giliran kapten Meksiko César Montes yang harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung akibat tekel terlambat yang krusial di area pertahanan. Meski diwarnai drama tiga kartu merah, skor Mexico vs South Afrika 2-0 tetap bertahan hingga peluit panjang ditiupkan. Kemenangan ini menjadi modal awal yang sangat berharga bagi Meksiko untuk memimpin klasemen sementara Grup A Piala Dunia 2026.
Komentar