Gus Yahya nyatakan PBNU 2022–2026 Resmi Demisioner

Gus Yahya menyatakan PBNU masa khidmat 2022–2026 demisioner setelah laporan pertanggungjawaban diterima dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Gus Yahya nyatakan PBNU 2022–2026 Resmi Demisioner
Demisioner Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, memberikan keterangan pers usai mengikuti proses tabulasi perhitungan usulan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyatakan bahwa seluruh tanggung jawab kepengurusan PBNU masa khidmat 2022–2026 telah resmi selesai. (Foto Framedaily.id)

Frame Daily, Jombang - Ketua Umum PBNU masa khidmat 2022–2026, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan kepengurusan PBNU periode tersebut telah memasuki masa demisioner.

Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya setelah mengikuti proses tabulasi perhitungan usulan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di Gedung Serba Guna (GSG) Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026) malam.

Gus Yahya mengatakan, setelah laporan pertanggungjawaban kepengurusan diterima, tanggung jawab kepengurusan PBNU periode 2022–2026 dinyatakan selesai.

“Ini saatnya nanti kita PBNU periode 2022–2026 menyatakan demisioner. Dan setelah laporan pertanggungjawaban diterima dengan baik, maka berarti beban kami, tanggungan kami sudah selesai malam hari ini,” ujar Gus Yahya.

Tabulasi Usulan AHWA Rampung

Selain menyampaikan status demisioner kepengurusan lama, Gus Yahya juga menyebut proses tabulasi perhitungan usulan AHWA telah rampung.

Hasil tabulasi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama karena mekanisme AHWA telah disepakati untuk digunakan dalam proses penentuan kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.

Sebelumnya, Muktamar menyetujui perubahan mekanisme pemilihan. Dari 552 suara, sebanyak 401 suara menyetujui mekanisme AHWA, 150 suara memilih mekanisme one man one vote, dan satu suara dinyatakan tidak sah.

Muktamar NU 2026: 9 Kiai Terpilih AHWA, Siapa Pegang Kunci Ketum PBNU? Frame Daily
Sembilan kiai terpilih menjadi AHWA Muktamar NU 2026. KH Nurul Huda Jazuli meraih 485 suara, tertinggi dalam tabulasi.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Peralihan Kepemimpinan PBNU

Demisionernya kepengurusan PBNU 2022–2026 menandai masuknya NU ke fase pergantian kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Sembilan anggota AHWA yang telah ditetapkan selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses penentuan Rais Aam PBNU 2026–2031.

Setelah Rais Aam ditetapkan, proses berikutnya adalah penentuan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031 sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam Muktamar.

Dengan demikian, hingga Minggu malam, nama Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 masih menjadi hal yang ditunggu dari rangkaian persidangan Muktamar ke-35 NU.

Muktamar ke-35 NU di Jombang kini memasuki salah satu tahapan paling menentukan. Setelah kepengurusan periode sebelumnya dinyatakan demisioner dan proses tabulasi AHWA rampung, perhatian peserta dan publik beralih kepada hasil musyawarah yang akan menentukan kepemimpinan NU untuk lima tahun mendatang.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar