Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 8 Orang di Selat Sunda Belum Ditemukan

Status Gunung Anak Krakatau tetap Level III. Delapan orang, termasuk lima jurnalis, masih dalam pencarian setelah hilang kontak di Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 8 Orang di Selat Sunda Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten. Ilustrasi AI : Frame Daily

Frame Daily, jakarta - Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan statusnya tetap Level III atau Siaga hingga Jumat, 11 September 2026. Pada saat yang sama, delapan orang yang kehilangan kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin lalu masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

BNPB menyebut erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB. Namun, berakhirnya erupsi menerus bukan berarti aktivitas gunung berhenti.

Hingga Jumat pukul 06.00 WIB, masih tercatat 14 kali erupsi Strombolian. Pada periode pengamatan 10–11 September, Badan Geologi juga masih mencatat satu gempa erupsi, 21 gempa Low Frequency, 13 gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus, 28 gempa Vulkanik Dangkal, dan 18 gempa Vulkanik Dalam.

Erupsi Berubah, Ancaman Belum Hilang

Perubahan karakter erupsi menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau belum sepenuhnya mereda. Gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dalam justru cenderung meningkat dan menjadi indikasi adanya suplai magma dari kedalaman.

Badan Geologi menilai probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode berikutnya masih tinggi. Potensi bahayanya mencakup lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, sementara aliran lava juga dapat terjadi apabila erupsi menerus kembali berlangsung.

Karena itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang memasuki area dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunungapi. Warga yang terdampak abu juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.

Delapan Orang Masih Dicari

Di tengah aktivitas gunung yang masih dipantau, operasi SAR terhadap delapan orang di Selat Sunda terus berjalan. Mereka terdiri atas lima jurnalis, dua awak, dan satu pemandu yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada 7 September sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Anak Krakatau.

Posisi terakhir rombongan diketahui sekitar pukul 14.42 WIB. Sekitar 22 menit kemudian, komunikasi dengan mereka terputus.

Tim SAR kemudian memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara. Area pencarian di sisi selatan Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile dari pusat aktivitas gunung api, kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, gelombang, dan angin, termasuk menuju perairan Lampung.

Helikopter dan drone juga digunakan untuk membantu pencarian. Namun, hingga pencarian melalui udara pada Kamis, 10 September, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau sekitar Anak Krakatau maupun Pulau Sertung.

Tim sempat menemukan benda yang diduga pelampung atau jaket keselamatan. Namun, benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan yang dicari.

Hingga Jumat, BNPB menegaskan belum dapat memastikan kondisi maupun keberadaan kedelapan orang tersebut. Operasi SAR gabungan masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari Basarnas, TNI/AL, Polri/Polairud, BPBD, unsur SAR Lampung, nelayan, masyarakat.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar