Erick Thohir: Chelsea vs AC Milan Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Agenda FIFA

Menpora Erick Thohir menilai kehadiran Chelsea dan AC Milan di Jakarta menjadi momentum sport tourism sekaligus memperkuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah agenda FIFA di kawasan Asia.

Erick Thohir: Chelsea vs AC Milan Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Agenda FIFA
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berbicara mengenai peluang Indonesia menjadi tuan rumah agenda FIFA melalui laga Chelsea vs AC Milan di GBK. (Foto: Frame Daily/Senida)

Frame Daily, Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai pertandingan pramusim Chelsea melawan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi pecinta sepak bola. Menurutnya, kehadiran dua klub elite Eropa itu juga menjadi momentum memperkuat sport tourism Indonesia sekaligus membuka peluang menjadi tuan rumah agenda FIFA di kawasan Asia.

Erick mengatakan FIFA mulai mendorong penyelenggaraan lebih banyak kompetisi di kawasan Asia setelah melihat keberhasilan sejumlah turnamen internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Chelsea vs AC Milan Digelar di GBK, Jakarta Kembali Jadi Panggung Klub Elite Eropa.

FIFA Mulai Melirik Asia Tenggara

Menurut Erick, FIFA kini melihat Asia Tenggara sebagai kawasan yang memiliki potensi besar untuk menggelar kompetisi internasional.

Ia mengungkapkan pemerintah telah mengirimkan surat dukungan kepada Presiden FIFA terkait peluang Indonesia menjadi tuan rumah agenda FIFA yang tengah disiapkan.

“Kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah. Sepertinya ada dua nanti tuan rumahnya, Indonesia sama Hong Kong. Nanti kita lihat seperti apa pembagian wilayahnya, timnya, komposisi ranking-nya, itu semua memang domainnya FIFA,” ujar Erick.

Ia berharap dalam satu hingga dua pekan ke depan FIFA dapat mengumumkan keputusan resminya.

Sport Tourism Dinilai Semakin Berkembang

Erick menilai pertandingan internasional seperti Chelsea kontra AC Milan memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar pertandingan sepak bola.

Menurutnya, kehadiran klub-klub besar dunia dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi sport tourism, sekaligus memperkuat kepercayaan federasi internasional untuk menghadirkan agenda olahraga berskala global.

Selain menggerakkan sektor olahraga, pertandingan internasional juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan.

Baca juga: Harga Tiket Chelsea vs AC Milan di GBK, Mulai Rp858 Ribu hingga Rp7,1 Juta.

Timnas Tetap Fokus Hadapi Tim Nasional

Menanggapi peluang Timnas Indonesia menghadapi klub-klub Eropa dalam agenda FIFA Matchday, Erick menegaskan Timnas seharusnya bertanding melawan tim nasional negara lain, bukan klub.

“Timnas itu bukan tanding sama klub. Timnas itu bertanding dengan Timnas. Di FIFA Matchday ada poin buat Timnas, kalau klub enggak ada poin,” katanya.

Ia menambahkan PSSI saat ini lebih fokus meningkatkan kualitas kompetisi nasional melalui penerapan club licensing, penguatan aspek finansial klub, serta peningkatan kualitas stadion agar klub-klub Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Menurut Erick, apabila kondisi tersebut terus berkembang, bukan tidak mungkin klub-klub Indonesia suatu saat dapat menghadapi klub-klub elite dunia dengan nilai komersial yang lebih tinggi.

Indonesia Tunggu Keputusan FIFA

Erick mengatakan saat ini pemerintah dan PSSI masih menunggu keputusan FIFA terkait rencana penyelenggaraan agenda internasional di kawasan Asia.

Ia optimistis apabila Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah, hal tersebut akan semakin memperkuat posisi Tanah Air sebagai salah satu pusat penyelenggaraan sepak bola internasional di kawasan.

Baca juga: Cara Beli Tiket Chelsea vs AC Milan Lewat GOERS, Simak Langkah-Langkahnya.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar