Frame Daily, Jakarta - Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi malam bersejarah bagi Como 1907. Klub berjuluk I Lariani ini menandai debut mereka di panggung Liga Champions UEFA 2026/2027 dengan torehan yang tak terlupakan. Menjamu klub raksasa Jerman, RB Leipzig, anak asuh Cesc Fabregas tampil tanpa rasa gentar dan sukses mengamankan kemenangan telak 4-1. Dominasi taktik, efisiensi serangan balik, serta dukungan riuh suporter tuan rumah membuat RB Leipzig tak berdaya menghadapi gempuran tim italia tersebut sepanjang 90 menit pertandingan.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Como langsung mengambil inisiatif serangan. Taktik berani Fabregas yang mengandalkan keunggulan jumlah pemain di lini tengah berjalan sempurna. Pada menit ke-15, pub Sinigaglia bergemuruh setelah Martin Baturina memecah kebuntuan. Memanfaatkan bola muntah hasil sapuan bek Leipzig yang kurang bersih pasca-umpan silang Anastasios Douvikas, Baturina mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan menyilang presisi yang gagal dijangkau kiper Maarten Vandevoordt. Gol pembuka ini kian memacu kepercayaan diri Como untuk terus mengurung pertahanan tim tamu.

Keunggulan Como bertambah menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-38. Martin Baturina kembali menjadi bintang lapangan dengan memberikan umpan terobosan matang kepada Anastasios Douvikas. Douvikas yang lolos dari perangkap offside tanpa kesulitan melesakkan bola ke sudut gawang RB Leipzig, mengubah skor menjadi 2-0. RB Leipzig sebenarnya sempat menebar ancaman lewat pergerakan Antonio Nusa dan Andrija Maksimovic, namun ketangguhan kiper Como, Jean Butez, berhasil menjaga keunggulan dua gol tuan rumah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, RB Leipzig mencoba tampil lebih agresif guna mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan rapat Como membuat wakil Bundesliga tersebut kesulitan mencetak peluang bersih. Justru Como yang berhasil menambah keunggulan pada menit ke-54. Berawal dari skema serangan cepat, Nico Paz mengirimkan umpan akurat kepada Assane Diao. Diao yang berdiri bebas menuntaskan peluang tersebut melalui sepakan mendatar terukur untuk membawa Como memimpin jauh 3-0.

RB Leipzig sempat menumbuhkan asa pada menit ke-58 setelah Andrija Maksimovic memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Maksimovic memanfaatkan celah di lini belakang Como yang sempat lengah. Kendati demikian, gol hiburan tersebut tak cukup membendung momentum positif tuan rumah. Como kembali mengendalikan tempo permainan dengan memasukkan beberapa pemain penyegar di paruh akhir laga.
Peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Como 1907
Pesta kemenangan Como akhirnya ditutup secara sempurna pada menit ke-90. Pemain pengganti, Máximo Perrone, mencetak gol keempat usai memaksimalkan umpan manis kedua dari Nico Paz dalam pertandingan ini. Hasil fantastis ini tidak hanya mengantarkan Como meraih tiga poin perdana di fase liga Champions League, tetapi juga menegaskan kesiapan mereka bersaing di papan atas kompetisi tertinggi antarklub Eropa.
Komentar