Frame Daily, Jakarta - Cabai menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu tersedia di banyak rumah di Indonesia. Masalahnya, cabai juga relatif mudah kehilangan kesegaran, menjadi lembek, berjamur, kemudian membusuk jika penyimpanannya kurang tepat.
Persoalan ini terasa semakin penting ketika harga cabai sedang bergejolak. Cabai yang sudah dibeli tetapi akhirnya terbuang karena rusak bukan hanya menjadi pemborosan makanan, tetapi juga pengeluaran rumah tangga.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mempertahankan kualitas cabai lebih lama.
Pilah Cabai Sebelum Disimpan
Langkah pertama justru dimulai sebelum cabai masuk ke lemari pendingin.
Periksa cabai satu per satu dan pisahkan yang sudah lembek, rusak, berjamur, atau menunjukkan tanda pembusukan. Cabai yang kondisinya buruk sebaiknya tidak dibiarkan bercampur lama dengan cabai yang masih bagus.
Prinsip ini berlaku pada banyak buah dan sayuran segar: kondisi bahan pangan perlu diperiksa secara berkala dan bagian yang telah rusak atau membusuk dibuang.
Cabai yang masih baik sebaiknya memiliki permukaan yang relatif kencang dan tidak menunjukkan kerusakan yang mencolok.
Jangan Simpan Cabai dalam Kondisi Basah
Kelembapan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menyimpan sayuran segar.
Jika cabai dicuci sebelum disimpan, pastikan permukaannya telah cukup kering sebelum masuk ke wadah penyimpanan. Jangan langsung memasukkan cabai yang masih basah ke dalam wadah tertutup.
Cara yang lebih sederhana adalah menyimpan cabai dalam keadaan belum dicuci apabila belum akan digunakan. Cucilah dengan air mengalir menjelang pengolahan. Panduan keamanan pangan juga menganjurkan buah dan sayuran segar dicuci di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi atau diolah.
Tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci cabai.
Simpan di Lemari Pendingin
Cabai segar yang tidak segera digunakan sebaiknya disimpan dalam kondisi dingin.
Pedoman penyimpanan pangan menganjurkan lemari pendingin berada pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah untuk membantu menjaga keamanan bahan pangan yang memerlukan pendinginan.
Cabai dapat ditempatkan pada bagian penyimpanan sayuran di kulkas atau dalam wadah yang sesuai.
Hindari membiarkan cabai tertekan oleh bahan makanan berat karena kerusakan fisik dapat mempercepat penurunan kualitasnya.
Wadah juga tidak perlu dipenuhi terlalu padat. Tujuannya agar cabai tidak mudah tertekan dan kondisi penyimpanannya lebih mudah dikontrol.
Kertas penyerap dapat digunakan untuk membantu menangani kelembapan berlebih di dalam wadah, tetapi tetap perlu diperiksa dan diganti apabila sudah terlalu basah. Hal terpenting adalah mencegah cabai tersimpan dalam keadaan terlalu lembap.
Periksa Secara Berkala
Menyimpan cabai di kulkas bukan berarti cabai dapat ditinggalkan begitu saja.
Periksa kondisinya secara berkala. Jika menemukan satu atau beberapa cabai yang mulai lembek, berlendir atau berjamur, pisahkan dari cabai yang masih baik.
Ini juga menjadi alasan mengapa membeli cabai dalam jumlah yang sesuai kebutuhan sering kali lebih efisien daripada membeli terlalu banyak hanya karena ingin menyimpan stok.
Berapa lama cabai dapat bertahan tidak selalu sama. Kondisi saat dibeli, tingkat kematangan, suhu kulkas, kelembapan dan kerusakan fisik dapat memengaruhi daya simpannya.
Karena itu, lebih aman menggunakan kondisi fisik cabai sebagai salah satu pertimbangan daripada berpegang pada satu angka masa simpan yang dianggap berlaku untuk semua cabai.
Bagaimana Jika Ingin Disimpan Lebih Lama?
Jika memiliki cabai dalam jumlah banyak dan tidak mungkin segera digunakan, pembekuan dapat menjadi pilihan.
Cabai dapat dibersihkan dan dipersiapkan sesuai kebutuhan sebelum dibekukan. Pembekuan membantu mempertahankan keamanan pangan untuk waktu lebih panjang, meskipun tekstur bahan segar dapat berubah setelah dicairkan. Pedoman penyimpanan pangan pemerintah Amerika Serikat menjelaskan makanan yang terus disimpan pada suhu sekitar -18°C atau lebih rendah dapat dipertahankan dalam keadaan beku, sementara rekomendasi waktu penyimpanan terutama berkaitan dengan kualitas.
Cabai beku karena itu lebih cocok digunakan untuk masakan seperti sambal matang, tumisan, sup, atau hidangan lain yang tidak membutuhkan tekstur cabai segar.
Cabai yang sudah menunjukkan pembusukan nyata, berlendir, atau berjamur sebaiknya tidak dipertahankan hanya dengan memotong bagian yang terlihat buruk kemudian menyimpan sisanya untuk waktu lama.
Jangan Terlalu Terpaku pada “Trik Viral”
Ada banyak trik menyimpan cabai yang beredar di media sosial, mulai dari memasukkan bahan tertentu ke dalam wadah hingga berbagai metode penyimpanan rumahan.
Sebagian mungkin membantu dalam kondisi tertentu, tetapi prinsip dasarnya sebenarnya lebih sederhana: mulai dengan cabai berkualitas baik, hindari kelembapan berlebih, simpan pada suhu yang sesuai, dan periksa kondisinya secara berkala.
Di tengah harga cabai rawit yang sedang bergejolak, cara tersebut setidaknya dapat membantu rumah tangga memanfaatkan cabai yang sudah dibeli dengan lebih optimal.
Jadi ketika pulang dari pasar, jangan langsung memasukkan seluruh cabai ke kulkas begitu saja. Luangkan beberapa menit untuk memilahnya terlebih dahulu. Langkah sederhana itu dapat membantu mengurangi kemungkinan cabai berakhir di tempat sampah sebelum sempat digunakan.
Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.
Komentar