Bulutangkis Tak Lagi 21 Poin Mulai 2027, Begini Sistem Skor Baru BWF

“Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) resmi mengubah sistem skor pertandingan internasional dari 21 menjadi 15 poin per gim mulai 4 Januari 2027. Pertandingan tetap menggunakan format terbaik dari tiga gim, tetapi aturan deuce dan interval ikut menyesuaikan.”

Bulutangkis Tak Lagi 21 Poin Mulai 2027, Begini Sistem Skor Baru BWF
BWF akan menerapkan sistem skor 3×15 pada pertandingan bulutangkis internasional mulai 4 Januari 2027, menggantikan format 3×21 yang digunakan saat ini. Ilustrasi AI: Framedaily.id

Frame Daily, Jakarta - Pertandingan bulutangkis internasional akan memasuki era baru. Federasi Bulutangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) resmi mengubah sistem skor dari 21 poin menjadi 15 poin per gim mulai 4 Januari 2027.

Meski jumlah poin berkurang, pertandingan tetap menggunakan format best of three games atau terbaik dari tiga gim. Artinya, pemain atau pasangan yang lebih dahulu memenangi dua gim tetap menjadi pemenang pertandingan.

Perubahan tersebut disahkan dalam BWF Annual General Meeting (AGM) ke-87 di Horsens, Denmark, pada 25 April 2026. Dalam pemungutan suara, proposal memperoleh 198 suara setuju dan 43 suara menolak.

Indonesia melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga telah menyatakan akan mempelajari dampak perubahan tersebut terhadap strategi pertandingan dan program persiapan atlet.

Bagaimana Sistem Skor 15 Poin Bekerja?

Perubahan paling mudah terlihat adalah target kemenangan setiap gim. Jika sekarang pemain harus mencapai 21 poin, mulai 2027 target normalnya menjadi 15 poin.

Sistem rally point tetap dipertahankan. Artinya, setiap reli menghasilkan satu poin, terlepas dari siapa yang melakukan servis.

Ketika skor mencapai 14-14, gim tidak otomatis berakhir ketika salah satu pemain mendapatkan poin ke-15. Pemain atau pasangan harus unggul dua poin untuk memenangi gim.

Misalnya, pertandingan dapat berakhir 16-14 atau 17-15.

Namun deuce tidak berlangsung tanpa batas. Sistem baru menetapkan batas maksimal 21 poin. Jika skor mencapai 20-20, pemain atau pasangan yang mendapatkan poin berikutnya dan mencapai 21 langsung memenangi gim.

Jadi skor seperti 25-23 atau 30-29, yang masih dapat muncul dalam sistem 21 poin saat ini, tidak akan terjadi dalam format baru.

Interval Juga Berubah

Perubahan target poin ikut menggeser waktu interval.

Dalam sistem 3×15, interval 60 detik diberikan ketika pemain atau pasangan yang unggul pertama kali mencapai 8 poin. Sementara jeda 120 detik antara gim tetap dipertahankan.

Pada gim ketiga yang menentukan, pemain atau pasangan juga bertukar sisi lapangan ketika salah satu pihak pertama kali mencapai delapan poin.

Sisi yang memenangi sebuah gim tetap mendapatkan kesempatan melakukan servis pertama pada gim berikutnya.

Kenapa BWF Mengubah Sistem 21 Poin?

BWF telah menguji dan mengkaji format pertandingan berbeda sebelum mendorong sistem 3×15.

Menurut BWF, berkurangnya jumlah poin diharapkan membuat pemain lebih cepat memasuki fase kritis pertandingan. Skor juga berpotensi menjadi lebih ketat sehingga tekanan pada setiap reli meningkat.

BWF juga menilai sistem tersebut dapat membuat durasi pertandingan lebih pendek dan lebih mudah diprediksi, membantu penjadwalan turnamen dan siaran, sekaligus memberikan waktu pemulihan yang lebih baik bagi pemain.

Namun hal tersebut merupakan tujuan dan penilaian BWF terhadap format baru, bukan berarti setiap pertandingan nantinya pasti lebih singkat atau lebih menarik.

Pertandingan dengan reli panjang, deuce, atau permainan tiga gim tetap dapat berlangsung ketat.

Strategi Pemain Bisa Berubah

Dengan hanya 15 poin dalam satu gim, ruang untuk melakukan kesalahan berpotensi menjadi lebih sempit.

Pemain yang tertinggal beberapa poin tidak memiliki jarak sepanjang sistem 21 poin untuk mengejar. Kondisi tersebut dapat membuat awal gim, penguasaan servis, konsistensi reli, dan kemampuan menghadapi poin-poin kritis semakin penting.

Namun bagaimana perubahan tersebut benar-benar memengaruhi pola permainan baru akan terlihat setelah sistem 3×15 digunakan secara luas dalam kompetisi internasional.

PBSI menyatakan akan melakukan kajian terhadap dampaknya bagi atlet Indonesia.

Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengatakan federasi akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan skor terhadap pola permainan dan strategi atlet, sekaligus mempersiapkan pemain Indonesia menghadapi penerapan kebijakan baru.

Mulai Berlaku 4 Januari 2027

Tanggal pentingnya adalah 4 Januari 2027. Mulai saat itu sistem 3×15 dijadwalkan menjadi format resmi untuk kompetisi internasional BWF.

Dengan demikian, istilah “bulutangkis tak lagi 21 poin mulai 2027” pada judul perlu dipahami dalam konteks sistem pertandingan internasional BWF.

Untuk kompetisi domestik di berbagai negara, penerapannya dapat mengikuti keputusan federasi nasional masing-masing. Bahkan sejumlah federasi telah memilih melakukan transisi lebih awal; Federasi Bulutangkis Swedia, misalnya, menerapkan format 3×15 untuk kompetisi domestiknya sejak Juli 2026.

Perubahan dari 21 menjadi 15 poin menjadi salah satu perubahan besar dalam format pertandingan bulutangkis modern. Dampak sebenarnya terhadap strategi, durasi pertandingan, dan karakter permainan akan mulai terlihat ketika sistem baru diterapkan secara penuh pada kalender internasional 2027.

Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.

Ditulis oleh Riki firmansyahrial

Komentar