Frame Daily, Deli Serdang - Pemadaman listrik total selama dua hari berturut-turut di Kabupaten Deli Serdang memicu kerugian besar bagi para peternak ayam lokal. Ribuan ekor ayam dilaporkan mati massal setelah sistem pendingin dan sirkulasi udara kandang otomatis berhenti beroperasi akibat blackout berkepanjangan.
Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah peternakan dengan sistem kandang modern atau closed house yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil untuk menjaga suhu dan kualitas udara di dalam kandang.
Suhu Kandang Naik Drastis
Saat listrik padam dalam waktu lama, sistem kipas, pendingin, hingga sirkulasi udara otomatis tidak dapat berfungsi. Akibatnya, suhu di dalam kandang meningkat drastis dan memicu kondisi stres panas (heat stress) pada ayam ternak.
Dalam kondisi tertutup dengan ventilasi terbatas, ribuan ayam disebut mati lemas akibat kekurangan oksigen dan suhu yang terlalu tinggi.
“Kalau listrik mati lama, kandang closed house langsung panas. Ayam tidak kuat,” ujar salah satu peternak.
Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Para peternak mengaku mengalami kerugian material sangat besar akibat kematian ayam secara massal tersebut.
Selain kehilangan ternak siap panen, peternak juga harus menanggung kerusakan operasional dan potensi terganggunya distribusi pasokan ayam dalam beberapa pekan ke depan.
Hingga saat ini, total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peternak Keluhkan Penanganan Lambat
Peternak juga mengeluhkan lambatnya penanganan pemadaman di lapangan.
Mereka menilai belum ada langkah cepat maupun kompensasi yang sebanding atas blackout yang disebut menjadi salah satu pemadaman terlama di wilayah tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas usaha peternakan modern yang kini sangat bergantung pada pasokan listrik tanpa gangguan.
Pasokan Ayam Dikhawatirkan Terganggu
Jika kondisi pasokan listrik tidak segera stabil, para peternak khawatir dampaknya akan meluas terhadap distribusi dan harga daging ayam di pasaran.
Kematian ayam dalam jumlah besar dinilai dapat mempengaruhi pasokan pangan di wilayah sekitar dalam beberapa waktu ke depan.
Komentar