Frame Daily, Jakarta – Air merupakan kebutuhan utama tubuh untuk menjaga fungsi organ, mengatur suhu tubuh, hingga mendukung proses metabolisme. Belakangan ini, air alkali semakin populer dan banyak dipasarkan dengan klaim mampu meningkatkan kesehatan, menetralkan asam dalam tubuh, bahkan memperlambat proses penuaan.
Di sisi lain, air mineral tetap menjadi pilihan utama yang direkomendasikan berbagai lembaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Lantas, apakah air alkali benar-benar lebih baik dibandingkan air mineral?
Apa Itu Air Mineral?
Air mineral adalah air yang berasal dari sumber alami dan mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, serta natrium dalam jumlah tertentu. Kandungan mineral tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral harian, meski bukan menjadi sumber utama nutrisi.
Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa kecukupan konsumsi air setiap hari penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
Apa Itu Air Alkali?
Air alkali memiliki tingkat keasaman (pH) yang lebih tinggi dibandingkan air minum biasa. Sebagian air alkali berasal dari sumber alami, sementara sebagian lainnya diproses menggunakan teknologi ionisasi untuk meningkatkan nilai pH.
Produk air alkali sering dipromosikan memiliki manfaat tambahan. Namun, hingga saat ini bukti ilmiah yang mendukung sebagian besar klaim tersebut masih terbatas.
Apa Kata Penelitian?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa manfaat utama air minum adalah menjaga hidrasi tubuh. Belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa konsumsi air alkali memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi masyarakat umum dibandingkan air minum yang aman dan memenuhi standar kualitas.
Sejumlah penelitian memang menunjukkan potensi manfaat air alkali pada kondisi tertentu, seperti membantu mengurangi gejala refluks asam lambung. Akan tetapi, hasil penelitian tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut sebelum dapat dijadikan rekomendasi umum.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Bagi kebanyakan orang sehat, air mineral berkualitas yang memenuhi standar keamanan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.
Yang terpenting bukan jenis airnya, melainkan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik setiap hari, terutama saat cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan ginjal atau sedang menjalani pengobatan khusus, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi air dengan karakteristik tertentu.
Kesimpulan
Air alkali belum terbukti secara ilmiah lebih unggul dibandingkan air mineral bagi masyarakat umum. Selama air yang dikonsumsi aman, bersih, dan memenuhi standar mutu, kebutuhan hidrasi tubuh dapat terpenuhi dengan baik.
Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta memenuhi kebutuhan cairan setiap hari tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan.
Sumber :
- World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549950
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. https://www.kemkes.go.id
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Informasi keamanan air minum. https://www.pom.go.id
- National Institutes of Health (NIH) – National Library of Medicine. Penelitian mengenai alkaline water dan kesehatan. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/
Komentar